CARUBAN NAGARI-Prabu Siliwangi adalah Maharaja Kerajaan Sunda-Galuh yang lebih dikenal sebagai Pajajaran. Prabu Siliwangi lahir tanggal 17 April 1401 Masehi di Keraton Surawisesa, Kawali, Kerajaan Galuh (Ciamis sekarang).
Anak dari Prabu Rahiyang Dewa Niskala, Raja Galuh Pakuan (1475 – 1482M). Nama panggilannya R. Pamanah Rasa.Dinobatkan menjadi Raja galuh Pakuan bergelar Prabu Guru Dewata Prana. Setelah menduduki tahta kerajaan.
Pakuan Pajajaran (gabungan dua kerajaan Pakuan dengan Pajajaran) mendapat gelar Sri Baduga Maha Raja Ratu Haji. Dan mendapat tambahan gelar Sri Sang Ratu Dewata
Baca Juga:Doa Iwan Fals untuk Polwan Cantik Iptu Rita Yuliana: Moga gak Rusak Kena SabuPrabu Siliwangi Miliki 151 Istri, Kenapa Nyi Subang Larang Dibuang?
Prabu Siliwangi bertahta dari tahun 1482 sampai dengan tahun 1521 M. Dikisahkan dalam “Waosan Babad Galuh” (pupuh XLIII.23 – XLIV.04), ketika penobatan Prabu Siliwangi menjadi raja, terjadi gempa bumi sebagai pertanda baik dari Sanghyang Kersa/Karsa (Tuhan Maha Mengizinkan/Pencipta).
Penobatan itu disambut oleh getaran gempa bumi, yang menjadi saksi penobatan Prabu Siliwangi. Sang raja meraga sukma akadang sukma, para Dewata memayungi. Sudah sangat termashur dan tidak ada yang menandingi raja Pajajaran. Keluarganya banyak, anaknya banyak, isterinya banyak, mereka tinggal mengisi negara Sunda. Sang raja terkenal serta telah menjadi pembicaraan akan kehebatannya yang melebihi sebagai seorang pejuang, tidak ada musuhnya di dunia ini yang mampu untuk menghalangi kehendaknya.
Dalam budaya (kosmologi Sunda), gempa bumi tidak selalu dipandang sebagai pertanda buruk.
Dalam Kitab Sanghyang Siksa Kandang Karesian, disebutkan adanya ahli gempa. Jika ingin mengetahui bulan grempa (gempa) tanya “Bujangga” -ahli gempa (?). Namun sayang, rincian tanda-tanda gempa masih belum ditemukan dalam Naskah Sunda Kuno.
Berikut kami kutip dari naskah lontar Bali yang bernama Roga Sangara Bumi:
Gempa adalah salah satu peristiwa alam yang amat mengerikan dan membuat manusia traumatis. Gempa dapat terjadi di mana saja, kapan saja, dan terkadang getarannya kecil tidak membahayakan. Apabila getarannya besar, maka gempa dapat membuat bumi luluh lantak (pralaya). Roga Sangara Bumi juga berisi tentang bencana alam gempa beserta baik buruknya berdasarkan sasih(bulan) terjadinya gempa tersebut. Berikut uraiannya:
