Terungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya

yeni27naibaho naskahratupakuan
Suatu naskah yang berbentuk pantun yang di tulis oleh pujangga yang bernama Kairaga, dari gunung Srimanganti, Cikuray. Naskah ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke-17 M atau awal abad 18 M dalam bahasa Sunda, yang dapat ditemukan pada Karopak 410. Naskah ini menceritakan dengan indah tentang kepindahan ratu Ambetkasih, istri Sribaduga maharaja Jayadewata dan selirnya, dari istana Galuh ke istana Pakuan. (Sumber: sundasiabah.blogspot.co.id)
0 Komentar

ebagai putra dari seorang raja, tentu Raden Pamanahrasa dibekali berbagai macam ilmu, mulai ilmu pemerintahan, ilmu perang hingga ilmu keagamaan. Menjelang dewasa ia diberi jabatan oleh kakeknya Prabu Niskala Wastu Kancana yang pada saat itu masih menjadi Sri Baduga Maharaja di kerajaan Sunda Galuh yang berpusat di Kawali. Jabatan yang diberikan adalah sebagai raja daerah dengan nama Jayadewata di daerah Sindangkasih (Majalengka).

Diantara para Istri Prabu Siliwangi tersebutlah nama Nay Ambet Kasih atau Nay Rambut Kasih. Konon Nay Rambut kasih dari Kerajaan (Kemandalaan) Sindangkasih (Majalengka sekarang. Kisahnya terdapat di naskah Carita Ratu Pakuan.

Asal usul Nay Subang Larang (istri kedua Prabu Siliwangi) dikisahkan juga dalam Naskah Carita Ratu Pakuan. Mari kita lihat sosok Nay Subang Larang kasih menurut Naskah Carita Ratu Pakuan.

Baca Juga:Kisah Penobatan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran Terjadi Gempa Bumi, Begini Isi Lontar Sangara BumiDoa Iwan Fals untuk Polwan Cantik Iptu Rita Yuliana: Moga gak Rusak Kena Sabu

Gunung Cupu Bukit Tanpor asih/ Mandala Tanpa Wahanan/ Sri Gina Bukit Manghening/ Patanjala panenjoan/ Gunung Si Purnawijaya/ Peuntaseun Sanghiyang Linggamanik/ Di Sanghiyang Windupatala nu euyeuna/ Gunung Lenggang patapaan Pwahaci Manireka/ Nitis ka Subanglarang/ Ahisna Jayapremana/ Seuweuna Jero Kuningan/ Mangkubumi Singapura/ Nu beunghar di Sumurwangi/

Artinya: Gunung Cupu Bukit Tanporasih, mandala Tanpo Wahanan sri gina bukit Manghening, Patanjala tempat memandang. Gunung si Purnawijaya, berseberangan dengan Sanghiyang Linggamanik, di Sanghiyang Windupatala, yang kini disebut gunung Lenggang, pertapaan Pohaci Manireka, menitis kepada Subanglarangan, adiknya Jayapremana, putera mahkota Kuningan, mangkubumi Singapura, yang kaya di Sumurwangi.

Berdasarkan Naskah tersebut, kita mengetahui bahwa Subang Larang adalah adiknya Jayapremana putera mahkota Kuningan. Prabu Jayapremana ini tercantum pula dalam Naskah Carita Parahyangan. Juga disebut sebagai Mangkubumi (penguasa pemerintahan) wilayah Singapura atau Sing Apura Cirebon sekarang. Yang kaya di Sumurwangi memiliki arti bahwa Subanglarang tinggal atau berasal dari daerah Sumurwangi.

Uniknya dalam Carita Ratu Pakuan, banyak disebutkan nama-nama wanita yang konon adalah nama para istri Prabu Siliwangi dan secara detail menyebutkan asal usulnya.

Berikut isri-istri Prabu Siliwangi dan beberapa nama perempuan dalam naskah tersebut, meskipun kita belum diketahui persis hubungan para wanita tersebut dengan Prabu Siliwangi:

0 Komentar