Naskah Lontar Bujangga Manik, Kenapa Ada di Inggris?

Jepretan Layar 2021 03 02 pukul 20.52.59
Naskah Bujangga Manik di Bodleian Libraries Inggris
0 Komentar

Masyarakat umum mengenal naskah ini terutama berkat temuan J. Noorduyn, peneliti dari Belanda amat berjasa dalam upaya menggali kandungan pengetahuan dari naskah itu, dan memperkenalkan isinya kepada khalayak ramai, tak terkecuali masyarakat Sunda.

Pada 1968 dia sudah menyinggung adanya naskah Sunda dari Bodleian itu. Sebagian temuannya mulai ia umumkan pada 1982 melalui jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land-, en Volkenkunde’ nomor 138, hal. 411 – 442. Setelah Noorduyn wafat, penelitiannya dilanjutkan oleh ahli sastra A. Teeuw, juga orang Belanda, yang antara lain dibantu oleh filolog Undang A Darsa dari Universitas Padjadjaran.

Teks, terjemahan (dalam bahasa Inggris), dan analisis atas naskah Bujangga Manik kini dimuat dalam buku Three Old Sundanese Poems (Tiga Puisi Sunda Kuna, karya J. Noorduyn dan A. Teeuw.

Baca Juga:Teka-teki Nama Istri Pertama Prabu Siliwangi, Nhay Ambet Kasih atau Nyai RambutkasihSambil Mabuk, 230 Radikalis Yahudi Rayakan Purim Terobos Masuk Masjid Al Aqsa

Selain mengkaji naskah Bujangga Manik, buku itu juga mengkaji naskah Ramayana dan Sri Ajnyana. A. Teeuw memperkirakan bahwa kisah perjalanan Bujangga Manik berlangsung atau ditulis pada masa Kesultanan Malaka masih menguasai jalur perniagaan Nusantara, sebelum jatuh ke tangan Portugis pada 1511. (*)

0 Komentar