Siti Khadijah, Abu Thalib hingga Intimidasi Kotoran, Tahun Kesedihan Rasulullah Sebelum Peristiwa Isra Miraj

1615382428
Ilustrasi isra' mi'raj Nabi Muhammad saw. (NU Online)
0 Komentar

“Pada dasarnya peringatan tersebut hanyalah untuk memotivasi dan penyemangat, bukan dalam rangka beribadah (ibadah dalam artian ibadah ritual khusus). Namun peringatan tersebut juga terdapat beberapa pelajaran,” tulis Zakaria. 

Seperti kata pepatah, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Begitu juga dengan momen Isra Miraj. Setelah mengalami tahun kesedihan, pasca Isra Miraj, Nabi menjadi bersemangat kembali.

Seolah-olah Nabi Muhammad diperkuat jiwanya dengan diperlihatkan keadaan luar. Dalam perjalanan itu Nabi Muhammad diingatkan bahwa beliau tidak sendirian. Melainkan bagian dari suatu deretan sejarah panjang kenabian.

Baca Juga:Mengenal Danau Tiberias yang Ukuran Airnya Jadi Patokan Tanda KiamatSaat NASA Ingatkan Hadits Nabi Soal Tanda Kiamat, Mengeringnya Sungai Eufrat Tersingkap Gunung Emas

Dalam perjalanan Isra Miraj, Nabi Muhammad dikabarkan sampai ke Sidrat al-MuntahaSidrat artinya pohon atau lotus padang pasir. Pohon itu di Asia dan Timur Tengah dianggap sebagai lambang kebijaksanaan. 

Sementara al-Muntaha artinya terakhir. Seperti ditulis Busthomi Ibrohim dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Studia Didkatika (2016) Isra Miraj bisa dimaknai bahwa nabi telah mencapai kebijaksanaan yang paling tinggi.

Setelah mengalami hal itulah Nabi kemudian hijrah dari Mekah ke Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan Madinah. Kata Madinah, secara umum diartikan sebagai kota, tetapi sebetulnya al madinah itu mengandung makna peradaban. 

Madinah mempunyai kaitan dengan dengan ide-ide semacam civility dan ide tentang politik. Aktivitas politik Nabi Muhammad di Madinah, yang pada akhir hidupnya akan sukses menciptkakan komunitas politik otonom, bisa dianggap sebagai embrio negara. (*)

0 Komentar