CARUBAN NAGARI-Sebuah video kekerasan yakni menampar orang tak dikenal, yang dilakukan oleh pegawai Dishub yang berbahasa Bugis, viral di media sosial. Konon kabarnya, kekerasan tersebut dilakukan oleh pegawai Dishub Soppeng, Sulsel.
Video itu dilakukan di sebuah ruangan mirip dengan ruangan di pos pengamanan. Pria paruh baya berpakaian Dishub itu diketahui bernama Masriadi berdasarkan papan nama di pakaian dinas miliknya.
Selain papa nama, lambang yang melekat pada pakaian dinasnya, tepatnya di bagian lengan kiri pria tersebut, terpampang tulisan Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Baca Juga:Sosok Menyeramkan di Toilet, Begini PenampakannyaHasil Jepretan Wartawan Senior, Ada Lafaz Alloh di Foto Gunung
Selain itu, bahasa yang digunakan dalam percakapan dlama video juga menggunakan bahasa Bugis (dialek) khas masyarakat Kabupaten Soppeng.
Video yang berdurasi 46_ detik tersebut meperlihatkan oknum PNS dishub yang nampak emosi di introgasi oleh pegawai koperasi sehingga melakukan penamparan.
“Jangan interogasi saya kayak begitu, bisa kita tanyakan tidak ada anggota koperasi kasi begituka,” ucap oknum PNS Dishub.
https://www.instagram.com/p/CMZV7DlgvIR/?utm_source=ig_web_copy_link
Dikutip dari sulsel.pojoksatu.id, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng Hamsah Hola saat dihubungi melalui via seluler, Minggu (14/3/2021) membenarkan kejadian tersebut.
“Ya betul yang melakukan penamparan adalah pegawai Dishub yang bertugas di Kecamatan Marioriwawo,” katanya.
“Sebenarnya kejadiannya 2 bulan lalu bahkan saya baru ketahui setelah viral di media Sosial,” ungkap Hamsa.
Baca Juga:Bocah Laki-laki Usia 9 Tahun Diikat dengan Rantai di Gudang, Hanya Gara-gara NakalGara-gara Larangan Masuk Group WhatsApp, Emak-emak Ngamuk Engga Jelas Anak Suruh Berhenti Sekolah
Dan terkait sanksi, Hamsa Hola menyebut baru berkordinasi dengan inspektorat dan BKD.
“Saya tengah berkordinasi dengan INSPEKTORAT dan BKD terkait sanksi, namun ini masih dalam kategori sedang jadi kemungkinan bisa sanksi penurunan pangkat,” ujarnya.
“Rencana ini malam mediasi antara kedua bela pihak dan mereka sudah janjian,” tutupnya. (*)
