Bahkan ada juga yang berkomentar dan membenarkan bahwa fenomena benda diduga Lintang Kemukus itu juga didengar dan lihat warga Sulawesi Tengah lainnya.
“Iye besar td bunyi ledakan,kilatannya warna kayaq api..” kata Marginal.
Tak sedikit juga warganet yang mengkaitkan dengan mitos dan berdoa semoga tidak terjadi bencana.
“Smoga bukan suatu bencana,” ungkap Solihin Noho.
Baca Juga:4 Fenomena Langit 15 hingga 21 Maret 202140 Kerangka Manusia ‘Goa Horor’ Terungkap Kumpulan Ayat Alkitabiah 1900 Tahun Lalu
Sementara itu warga lainnya dari wilayah Parimo juga mengaku melihat cahaya besar. “Sy dari parimo melihat juga cahaya besar yg mirip meteor di arah timur,” kata Edy Suardiana.
Bahkan pemberi kabar pertama Iwan Said membalasnya bahwa ia mendengar pasca ledakan ada getaran mengguncang seisi Desa Pinapuan, Kecamatan Pagimana.
“Pasca ledakan getaranx mengguncang seisi desa pinapuan kcmtan pagimana….,” kata Iwan dan dibalas rekannya semoga baik-baik saja.
Sementara itu di akun faceboook yang lain, menunjukan foto dan video penampakan Lintang Kemukus yang lebih jelas.
“16/03/2021 21:15 WITA :: Beberapa rekan di Banggai – Sulawesi Tengah melaporkan benda angkasa jatuh dan meledak di Laut Banggai.
Berdasarkan visual ini, dimungkinkan METEOR yang jatuh ke Bumi yaitu Fenomena Hujan Meteor Gamma Normid yang terjadi hingga 28 Maret 2021 mendatang.
Tetap tenang… Fenomena Meteor jatuh dan meledak adalah fenomena biasa terjadi. Salam @MasAnnadwi,” tulisnya @MasAnnadwi dalam postingannya.
Baca Juga:3 Kerangka Manusia di Situs Kumitir Era Majapahit, 2 Terindentifikasi di Kawasan Istana Bhre WengkerPukul Dada Balita hingga Terlempar, Kini Viral Video Pelaku dalam Sel Warga Binaan Ingin Hantam Kepalanya ke Terali Besi
Seperti diketahui, kemunculan fenomena Lintang Kemukus juga sempat terjadi pada 10 Oktober 2020.
Jagat maya juga dibuat heboh dengan penampakan Lintang Kemukus di langit Jawa, tepatnya di Tuban, Yogyakarta dan Bojonegoro, Jawa Tengah.
Bahkan, saat itu hampir terlihat di sebagian wilayah Jawa Barat, seperti Karawang, Indramayu dan Cirebon.
Mitos yang berkembang kemunculan lintang kemukus ini dihubungkan dengan pagebluk.
Pagebluk menurut kepercayaan orang Jawa sebagai pertanda datangnya kekacauan, kelaparan, dan wabah atau penyakit.
Namun, kemunculan Lintang Kemukus ini tidak selalu pertanda buruk jika arah munculnya dari timur ke barat, bisa jadi artinya adalah berakhirnya wabah.
Sehingga dengan adanya lintang kemukus banyak orang yang berharap jika Covid-19 ini akan segera berakhir.
Informasi diperoleh dari berbagai sumber, menurut kepercayaan arah kemunculan lintang kemukus ini memang memiliki makna yang berbeda.
