CARUBAN NAGARI-Penampakan Lintang Kemukus di langit Sulawesi viral di media sosial. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan itu sebagai fenomena biasa yang tak ada bahayanya.
https://www.youtube.com/watch?v=BJf2352iERk
Fenomena Lintang Kemukus atau komet atau bintang berkor oleh LAPAN disebutnya sebagai hujan meteor.
Sering dijelaskan pula, kemunculan Lintang Kemukus adalah fenomena biasa yang tak mengandung bahaya.
Baca Juga:4 Fenomena Langit 15 hingga 21 Maret 202140 Kerangka Manusia ‘Goa Horor’ Terungkap Kumpulan Ayat Alkitabiah 1900 Tahun Lalu
Dikutip dari Laman resmi LAPAN dijelaskan hujan meteor Gamma Normid adalah hujan meteor yang titik radian (titik awal kemunculan meteor) terletak di konstelasi norma, di antara konstelasi Scorpius dan Centaurus.
Hujan meteor ini aktif sejak 28 Februari hingga 28 Maret 2021. Puncaknya terjadi pada 14 Maret pukul 23:00 WITA atau 15 Maret pukul 00:00 WITA / 01:00 WIT.
Hujan meteor Gamma Normid dapat disaksikan dengan mata telanjang pada pukul 21:45 waktu setempat dari arah Tenggara, kemudian berkulminasi pada pukul 04:00 keesokan harinya di arah Selatan dan tidak dapat disaksikan ketika Fajar Bahari berakhir.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan kemunculan benda angkasa yang diduga Lintang Kemukus di langit Sulawesi, Selasa malam 16 Maret 2021. Banyak warganet yang mengunggahnya ke platform media sosial facebook dan twitter.
Fenomena tersebut terlihat dibeberapa wilayah seperti, Pagimana, Tintingan, Pakowan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Bahkan dari arah Balantak juga ada yang melihat benda angkasa yang diduga Lintang Kemukus.
Dikutip dari akun Facebook Iwan Said mengaku kaget mendengar ledakan yang diawali dengan cahaya yang melebihi kilatan petir pada pukul 21.20 WITA. “Barusan kaget dgn bunyi ledakan besar didahului cahaya melebihi kilatan petir, guncanganx menggetarkan sejumlah rumah di dusun 1 desa Pinapuan,” kata Iwan Said warga Pagimana, Sulawesi Tengah.
Ia menambahkan, karena penasaran dengan fenomena alam yang diduga Lintang Kemukus itu, Iwan langsung menghubungi Polsek setempat.
Baca Juga:3 Kerangka Manusia di Situs Kumitir Era Majapahit, 2 Terindentifikasi di Kawasan Istana Bhre WengkerPukul Dada Balita hingga Terlempar, Kini Viral Video Pelaku dalam Sel Warga Binaan Ingin Hantam Kepalanya ke Terali Besi
“Penasaran langsung menghubungi kapolsek Pagimana AKP. SYUKRI LARAU, keterangan sementara diperkirakan meteor. Asal ledakan sekitar gunung panjit…” tulisnya.
Tak hanya Iwan, ungahan benda angkasa yang diduga Lintang Kemukus itu juga membuat warganet lainnya yang masih satu daerah dengannya.
“Macam cuma disekitar nambo itu meteor,, padahal didaerah pagimana,” komentar Moh Abdi Hi Kaher di akun Iwan Said.
