Kebakaran Kilang Balongan Belum Padam hingga Selasa Pagi, Dugaan BMKG dan Pertamina Berbeda Soal Penyebab: Petir

ExsVkYxVgAQUGRa
Kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu (Foto: Greenpeace)
0 Komentar

“Petir yang paling berbahaya bagi kehidupan di bumi adalah dari awan ke bumi. BMKG melaksanakan monitoring aktivitas sambaran petir di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan lightning detektor di 56 lokasi,” tuturnya.

Monitoring itu, tambahnya, dilakukan menggunakan alat Lightning Detector dengan Resolusi alat monitoring BMKG efektif pada radius 300 Km. Alat monitoring ini terpasang di stasiun-stasiun BMKG, dan di Pulau Jawa terdapat 11 stasiun monitoring aktivitas petir dari Banten hingga Jawa Timur.

Kebakaran kilang Pertamina Balongan terjadi pada Senin, 29 Maret dini hari, dimana sebelumnya dari penuturan warga sekitar lokasi mencium bau yang sangat menyengat pada Minggu, 28 Maret malam.

Baca Juga:Ledakan Kilang Minyak Balongan, Besarnya Getaran Kaca-kaca Masjid Baitur Rohiem Hancur BerantakanSebelum Bom Bunuh Diri Meledak, 2 Wanita Berjalan Santai Menyeberang Jalan Depan Gereja Katedral Makassar

Beberapa jam kemudian warga mendengar dentuman yang sangat keras disertai api yang membakar tangki kilang Pertamina Balongan.

Akibat kebakaran kilang Pertamina Balongan, seribuan warga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kebakaran itu juga menyebabkan 29 luka ringan dan enam lainnya luka berat. (*)

0 Komentar