Kebakaran Kilang Balongan Belum Padam hingga Selasa Pagi, Dugaan BMKG dan Pertamina Berbeda Soal Penyebab: Petir

ExsVkYxVgAQUGRa
Kebakaran kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu (Foto: Greenpeace)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menegaskan, penyebab terjadinya insiden kebakaran tangki di Kilang Balongan belum bisa diketahui pasti karena masih dalam invstigasi dengan aparat yang berwenang.

Pertamina kini terus mengumpulkan semua informasi, baik internal maupun dari masyarakat. “Saat ini, Pertamina masih fokus untuk penanganan dan dampak insiden. Dan kita pastikan masyarakat aman,” kata Nicke Widyawati saat meninjau lokasi Kilang Balongan.

Mungkinkah insiden kebakaran ini akibat sambaran petir? Corporate Secretary Subholding Refining and Petrochemical Pertamina, Ifky Sukarya, tidak menampik terkait adanya dugaan sambaran petir. “Tangki di kilang RU VI Balongan terbakar pada pukul 00.45 WIB dan kebetulan saat itu sedang terjadi hujan besar dan diduga ada petir,” ujar Ifky dalam wawancara kepada Kompas TV.

https://youtu.be/djohyQk5ALI

Baca Juga:Ledakan Kilang Minyak Balongan, Besarnya Getaran Kaca-kaca Masjid Baitur Rohiem Hancur BerantakanSebelum Bom Bunuh Diri Meledak, 2 Wanita Berjalan Santai Menyeberang Jalan Depan Gereja Katedral Makassar

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut memberikan komentarnya tentang dugaan sambaran petir yang membuat kilang minyak milik Pertamina di kawasan Balongan, Indramayu, Jawa Barat itu terbakar pada Senin (29/3/2021) dinihari tadi.

Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono mengatakan, terkait kejadian kebakaran yang menimpa kilang minyak Balongan-Pertamina di Indramayu pada Senin, 29 Maret 2021 sekitar pukul 00.45 WIB, BMKG melakukan analisis terhadap kejadian sambaran petir di sekitar lokasi kilang minyak Indramayu pada jam perkiraan kejadian kebakaran tersebut.

Berdasarkan hasil monitoring alat kelistrikan udara, kata dia, Senin, 29 Maret 2021 pada pukul 00.00-02.00 WIB, menunjukkan kerapatan petir berkumpul pada bagian barat kilang minyak Balongan sejauh kurang lebih 77 km, yaitu disekitar Subang dengan klasifikasi tingkat kerapatan petirnya Sedang-Tinggi. “Berdasarkan alat monitoring lightining detector yang berlokasi di BMKG Jakarta dan BMKG Bandung dari pukul 00.00 sampai pukul 02.00 WIB, bahwa tidak terdeteksi adanya aktivitas sambaran petir di wilayah Kilang minyak Balongan Indramayu,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya pada wartawan, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, petir merupakan kilatan listrik di udara yang disertai bunyi gemuruh karena bertemunya awan yang bermuatan listrik positif (+) dan negatif (–). Petir mempunyai 3 tipe, yaitu dari awan ke awan, di dalam awan, dan dari awan ke bumi.

0 Komentar