Namun, Carter lah yang kali pertama menulis soal firaun yang digambarkan sebagai Osiris. “Saat membuka mumi itu, Carter mungkin berpikir; firaun ini digambarkan sebagai Osiris, lebih dari kelaziman pemakaman lain,” tulis Ikram.
Tutankhamun atau para pembalsemnya mungkin bertujuan membatalkan revolusi kepercayaan pada masa itu, yang dilakukan oleh pendahulunya.
“Mungkin kala itu dianggap, model transformasi firaun tidak cukup, sehingga imam pembalseman membuat tubuh sedemikian rupa sehingga benar-benar menekankan keilahian firaun dan identifikasi dengan Osiris,” kata Ikram. (*)
