Mumi Firaun dari Organ Intim Tegak hingga Jantung Hilang

5e480770080aa
Howard Carter membuka peti mati Firaun Tutankhamun, 16 Februari 1923(Harry Burton)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Sejak ditemukan pada tahun 1922 oleh tim yang dipimpin Howard Carter, mumi Tutankhamun menyandera imaji manusia: tentang peti berlapis emas dan timbunan harta karun, kisah Firaun Mesir yang bertahta di usia belia 9 tahun, juga ‘kutukan’ yang konon menimpa mereka yang bernyali mengusik makam dan jasadnya — termasuk rumor kematian misterius para penemunya.

Mumi Firaun Tut — demikian dia akrab disebut — dimakamkan di Lembah para Firaun (Valley of the Kings). Ia juga dibalsem dengan cara tak biasa. Jantungnya hilang, organ kemaluan yang dibalsem pada sudut 90 derajat alias tegak lurus, dan tertutup lapisan tebal cairan hitam yang membuat jasad Firaun muda itu terbakar.

Anomali-anomali pada muminya menjadi perhatian para ilmuwan juga media. Dalam makalah anyar yang dipublikasikan jurnal ilmiah berbahasa Prancis,  Etudes et Travaux, ahli Mesir Salima Ikram sekaligus pengajar di American University di Kairo mengajukan alasan mengapa Tutankhamun dan firaun lainnya memiliki keanehan pada muminya.

Baca Juga:Bikin Merinding, Pesan Serda Setyo Wawan: di Saat Kapalmu Sudah Menyelam, Berari Kamu Sudah MatiSoal KRI Nanggala 402, Aktivis Prodem: Ditenggelamkan atau Tenggelam oleh Kapal lain?

Menurut dia, kemaluan yang tegak lurus dan anomali lainnya bukan disebabkan kecelakaan selama pembalseman. Namun, diduga kuat sebagai kesengajaan agar sang firaun mirip dengan Osiris, dewa dunia setelah mati.

Konon, organ intim yang tegak membangkitkan kekuatan regeneratif Osiris, cairan hitam untuk membuat kulit Tutankhamun berwarna mirip dengan sang dewa. Dan, hilangnya jantung mengingatkan pada kisah Dewa Osiris yang dipotong-potong oleh saudaranya, Seth dan jantungnya lalu dikubur.

Membuat penampilan Tutankhamun mirip Osiris diduga juga punya agenda lain. Untuk membatalkan revolusi keyakinan yang digagas Akhenaten, firaun yang diyakini sebagai ayah Tutankhamun.

Akhenaten mencoba untuk menfokuskan kepercayaan Mesir pada penyembahan Aten — lingkaran matahari, dan menghancurkan gambaran dewa lain. Sementara Tutankhamun di masa pemerintahannya bertolak belakang dengan sang ayah, ia ingin mengembalikan Mesir ke tradisi awal, menyembah banyak dewa.

Salima Ikram mengakui, idenya itu spekulatif. Tapi, seandainya benar, itu bisa menjelaskan sejumlah misteri terkait pembalseman Tutankhamun dan pemakamannya.

Organ intim Tutankhamun yang sudah dibalsem putus dari tubuh setelah muminya ditemukan. Spekulasi muncul di media, bahwa kemaluan itu telah dicuri.

0 Komentar