Mengenang Perjuangan MA Sentot, Komandan Pasukan Setan Cirebon

ma sentot
MA Sentot (IST)
0 Komentar

Kisah mengenai kebal pelurunya MA Sentot tersebut dikisahkan oleh salah satu anak buahnya yang bernama Bapak Kaswinah. Bahkan katanya Ia melihat dengan mata kepala sendiri, menurutnya, “Kalau perang, Pak Sentot di tengah-tengah. Kasih arahan maju (sisi) kanan, maju (sisi) kiri udah kayak main (sepak) bola aja. Kalau (MA Sentot) kena tembak enggak apa-apa. Kalau diberondong (senapan mesin ringan) Bren, malah pada jatuh pelurunya,” kenang Kaswinah.

“Sementara kita anak buah yang lain tiarap, dia mah berdiri terus. Perintah maju sini, maju sana, kayak orang ngangon bebek. Boro-boro ditembak dari jauh, ditembak dekat dari jendela pakai Bren sama DI (Maksudnya DII/TII) aja enggak apa-apa. Pelurunya pada ngampar di bawah dan cuma diketawain aja sama Pak Sentot,” begitu penuturan pak Kaswinah. 

Demikianlah mengenai kisah MA Sentot Pahlawan Kemerdekaan yang diburu Belanda dan di Incar DII/TII. Jasa perjuangannya untuk kemerdekaan sungguh luar biasa. Adapun Biografi serta perjalanan hidupnya sebagi seorang TRI atau TNI akan dipaparkan sebagai berikut:

Biografi MA Sentot

Baca Juga:Tragedi Tragis di Balik Lahirnya May DayHari Lahir Illuminati, Selamat May Day

Dalam buku karya Wawan Idris, dkk. M.A Sentot Dalam Arus Sejarah Nasional Indonesia. 2008, M.A Sentot lahir pada 17 Agustus 1925 di Blok Lapangan Bola Desa Plumbon Kabupaten Indramayu, beliau lahir dari pasangan  HajiAbdul Kahar dan Hajah  Fatimah. Karena M.A Sentot berlatar belakang sebagai keluarga yang mampu secara financial iapun mengenyam pendidikan. Ia tercatata pernah bersekolah di HIS Indramayu.

Pada jaman penjajahan Jepang ia masuk PETA mengikuti pendidikan Shodantjo dan selepas itu menjadi Shodantjo di Daidan Majalengka dan Indramayu.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan M.A Sentot masuk BKR, yang kemudian berganti nama menjadi TKR, yang kemudian berganti lagi menjadi TRI, dan kemudian sekarang beralih nama menjadi TNI. Karirnya mulai dengan pangkat Letnan Satu kemudian naik menjadi Kapten dan komamndan Komandan Kompi. Pada saat menjadi Komandan itulah beliau menamakan pasukan yang dipipmpinnya dengan Pasukan Setan.

Setelah perang kemerdekaan usai dan Belanda mengakui kedaulatan Republik Indoesia, M.A Sentot naik pangkatnya menjadi Mayor sebagai Komandan Batalyon A Divisi Siliwangi.

0 Komentar