Tragedi Tragis di Balik Lahirnya May Day

haymarket demonstration with leaflet 0
Ukiran kayu dari Haymarket Riot oleh Thure de Thulstrup, diterbitkan di Harper's Weekly pada tanggal 15 Mei 1886.(Library of Congress, Washington, D.C.)
0 Komentar

Dalam proses hukum itu diketahui nasib miris para pekerja, yang diharuskan bekerja 19-20 jam setiap harinya. Maka kelas pekerja Amerika Serikat pada masa itu kemudian memiliki agenda perjuangan bersama, yaitu menuntut pengurangan jam kerja.

Kemudian, carubannagari.radarcirebon.com juga mencatat May Day terkait dengan peran penting pekerja asal New Jersey Peter McGuire dalam pembentukan serikat pekerja. Pada 1872, ia bersama 100 ribu pekerja lainnya, termasuk para pengangguran melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut pengurangan jam kerja. Dalam Labor Day (1st Monday of September) Ia mendesak pemerintah kota untuk menyediakan pekerjaan dan uang lembur bagi pekerja. Pada 1881, McGuire pindah ke Missouri dan mulai mengorganisir tukang kayu. Hasilnya, di Chicago berdiri persatuan tukang kayu dengan McGuire sebagai sekretaris umumnya. Inilah cikal bakal adanya serikat pekerja.

Selanjutnya, The Brief Origins of May Day  mencatat tanggal 1 Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja sedunia, setelah dilangsungkan kongres internasional pertama di Jenewa, Swiss, 1886, dan dihadiri organisasi pekerja dari berbagai negara. Tuntutan mereka masih sama: Pengurangan jam kerja menjadi delapan jam sehari.

Baca Juga:Hari Lahir Illuminati, Selamat May DayNabi Hanzhalah, Burung Anqa dan Kisah Tragis Kaum Rass Jadi Batu Hitam

Pada 1 Mei dipilih karena mereka terinspirasi kesuksesan aksi buruh di Kanada pada 1872. Buruh di negara itu menuntut delapan jam kerja seperti buruh di AS, dan mereka berhasil. Delapan jam kerja di Kanada resmi diberlakukan mulai 1 Mei 1886.

Namun, sebagaimana dikutip dari The Haymarket Martyrs ada kisah kelam yang membedakan Kanada dengan AS. Buruh AS ditembaki polisi pada aksi 1-4 Mei 1886, bersamaan dengan mulai berlakunya delapan jam kerja di Kanada. Sekitar 400 ribu buruh di AS menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja. Penembakan itu terjadi pada hari terakhir yang menewaskan ratusan orang. Pemimpin buruh itu juga ditangkap dan dihukum mati.

Peristiwa ini dikenal dengan tragedi Haymarket karena terjadi di bundaran Lapangan Haymarket. Sebagai penghormatan pada aksi itu, Kongres Sosialis Dunia yang digelar di Paris pada Juli 1889 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia atau May Day. Hal ini memperkuat keputusan Kongres Buruh Internasional yang berlangsung di Jenewa pada 1886.

0 Komentar