Nabi Hanzhalah, Burung Anqa dan Kisah Tragis Kaum Rass Jadi Batu Hitam

ANGAN 1
Burung Ajaib (' Anqa), dari buku Aja'ib al-makhluqat (Keajaiban Penciptaan) oleh al-Qazvini awal abad 15.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Nabi Hanzhalah Alaihissalam mungkin merupakan salah satu nabi dari ratusan ribu utusan Allah SWT yang namanya jarang terdengar di telinga. Nabi Hanzhalah a.s adalah salah satu nabi yang hidup di zaman Dzulkarnain a.s. Nama aslinya adalah Hanzhalah bin Sifwan dari Bani Israil.

Nabi Hanzhalah diutus untuk membimbing kaum Rass. Ia adalah seorang nabi dan rasul dari Bani Israil keturunan Yahuda, anak keempat Nabi Yakub. Al-Qur’an pernah mengabadikan kisah hancurnya sejumlah kaum. Pada Surat Al-Furqan ayat 38 disebut selain Kaum Aad dan Tasmud ada penduduk Rass yang dibinasakan.

Allah berfirman:

“Dan (Kami binasakan) kaum ‘Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut”. (QS Al-Furqan Ayat 38)

Baca Juga:Ada Ikan Berkepala Wanita Wajah Seperti Wanita Ternyata Disebut dalam Kitab-Kitab UlamaSudah Vaksinasi Tetap Positif Covid-19, Vaksin Tidak Efektif?

Penduduk Rass menetap di tanah Hadhramaut dan kota mereka dinamakan dengan Rass. Kota tersebut memiliki berbagai pepohonan, buah-buahan, dan kampung-kampung yang makmur. Di sana, tinggal beberapa kelompok dari Penduduk Rass yang menyembah berhala dan kelompok yang menyembah api.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, dijelaskan bahwa Ashabur Rass adalah sebuah kaum yang menyembah pohon sanaubar dan disebut sebagai syah dirakht (raja pohon).

Yafits bin Nuh adalah yang pertama kali menanam pohon itu pasca badai topan yang menerpa tepian sungai yang dikenal dengan sebutan Rousyan Oub.

Yafits menyebar dua belas bibit pohon sanaubar ke dua belas desa di tepian sungai. Desa-desa tersebut bernama Oban, Odzar, Die, Bahman, Isfand, Farwadin, Ordi Bahsyt, Khordad, Murdad, Tiir, Mihr dan Syahriwar. Nama-nama tersebut kemudian dijadikan nama-nama bulan dalam sistem penanggalan Bangsa Ajami atau Bangsa Persia.

Kemudian mereka menyangka bahwa pusat dari pohon sanaubar yang terdapat mata air yang mengalir itu adalah sumber kehidupan Tuhan yang turun ke muka bumi.

Dalam rangka pemujaan, kaum Rass mengadakan sebuah perayaan rutin setiap bulannya. Pada hari raya itu, mereka mempersembahkan seserahan berupa daging hewan yang dibakar.

Selain itu, mereka juga melarang penduduk beserta hewan ternak minum dari air sungai di sekitar pohon sanaubar. Kaum Rass meyakini bahwa pohon tersebut merupakan Hayat al-ilahiyat (kehidupan ketuhanan) sehingga tidak diperbolehkan siapa pun menganggu kehidupan pohon itu.

0 Komentar