Godfrey melaporkan ia telah memetakan pergerakannya menggunakan data dari Weak Signal Propagation (WSPR), sebuah jaringan sinyal radio global yang dapat melacak pergerakan pesawat. Ia juga mengklaim telah melacak pergerakan MH370 menggunakan WSPR.
“WSPR seperti sekumpulan kabel trip atau sinar laser, tetapi mereka bekerja di segala arah di cakrawala ke sisi lain dunia,” kata Godfrey.
Penelitian ini menemukan MH370 melintasi delapan ‘kabel perjalanan’ tak kasat mata saat terbang di atas Samudera Hindia. Temuan ini dilaporkan sesuai dengan peta resmi jalur penerbangan terakhir pesawat nahas itu.
Baca Juga:Jaga Amalan Ini Agar Terhindar dari Siksa KuburAnak Kecil Sering Berisik Di Masjid, Jangan Diusir!
Menariknya adalah, teori penelitian Godfrey semakin dipercaya secara luas bahwa hilangnya penerbangan tersebut dilakukan secara disengaja.
Penelitian tersebut mengklaim perubahan pergerakan pesawat saat menyimpang dari rute yang direncanakan yakni menuju China.
Keputusan pilot yang berusaha menghindari radar dengan mengabaikan petunjuk operator ATC serta jalur penerbangan resmi sepertinya sudah direncanakan secara matang.
“Tingkat detail dalam perencanaan menyiratkan pola pikir yang ingin melihat rencana kompleks ini dilaksanakan dengan baik hingga akhir,” kata Godfrey.
Sejak hilangnya MH370, teori-teori utama berspekulasi bahwa pilot yang mengemudikan pesawat mengalami depresi dan dengan sengaja menabrakkan pesawat ke Samudera Hindia. Teman-teman pilot selama bertahun-tahun pun juga mengamini bahwa Zaharie kesepian dan depresi.
Sementara, pakar penerbangan, William Langewiesche juga menuliskan bahwa antara penyelidik dan intelijen curiga sang pilot memang mengalami depresi.
Awal tahun ini, pemimpin tim pencarian Australia untuk hilangnya MH370, Peter Foley menemukan bukti baru. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa bangkai pesawat mungkin berada di dasar Samudera Hindia di daerah laut dalam berupa parit pegunungan dan ngarai di lepas pantai Australia Barat.
Baca Juga:Rombongan Jubah Putih Tanpa Masker Tahmid dan Shalawat di Pos Penyekatan SuramaduJelang Akhir Ramadhan, Jangan Sia-siakan Ibadah Puasanya!
Para ahli juga yakin puing-puing pesawat berada di area perairan 1.200 mil di barat Cape Leeuwin. Para ahli menganalisis arus laut dan peninjauan jalur penerbangan yang direvisi untuk menentukan lokasi kecelakaan potensial.
Sebelumnya, pemerintah Malaysia menyatakan akan melakukan pencarian lagi jika bukti baru yang kuat telah ditemukan, setelah perburuan internasional besar-besaran yang diperkirakan menelan biaya sebesar 111 juta Euro, atau setara hampir Rp2 triliun. (*)
