Bukan Palestina, Usulan Jurnalis Berdarah Yahudi Didirikan di Uganda

0 Komentar

Skema Uganda mengejutkan dan kontroversial. Proposal itu segera disalahpahami sebagai sebuah upaya untuk mengubur impian orang-orang Yahudi mendirikan negara Zionis di wilayah Timur Tengah. Gilanya lagi, ide ini terlontar dari mulut seorang pelopor gerakan Zionisme modern.

Herzl dalam kongres itu meminta hadirin mempertimbangkan opsi Uganda secara serius. Sementara debat terus berlanjut hingga Zionis Rusia melakukan demonstrasi menentang skema ini, pemungutan suara dalam internal kongres menghasilkan 295 suara delegasi yang mendukung skema Yahudi mendiami Uganda; 178 menentang dan 98 lainnya golput.

Pada peralihan ke abad ke-20, kekerasan terhadap komunitas Yahudi Eropa tengah merebak. Salah satunya adalah serangan terhadap Komunitas Yahudi Kishinev pada 6 April 1903. Serangan ini makin menguatkan gelombang pandangan akan perlunya negara Israel modern untuk menghadapi gelombang anti-semit.

Baca Juga:Keluarga Sultan Amir Sena Islah Membangun CirebonPenampakan Ikan Belanak Terlilit Cincin Emas

Menurut Alona Ferber dari Center for Religion and Geopolitics, sebenarnya gagasan tentang pemukiman Yahudi di Uganda bukanlah murni tercetus dari ide awal Theodor Herzl sendiri. Usulan ini dapat dilacak hingga ke sebuah pertemuan pada tahun 1902 antara Herzl dan Joseph Chamberlain, menteri urusan kolonial Inggris.

Herzl kala itu mencoba meyakinkan Chamberlain untuk mengizinkan adanya pemukiman Yahudi di Siprus atau daerah Sinai sebagai solusi sementara bagi orang-orang Yahudi. Ketika keduanya bertemu lagi pada April 1903, Chamberlain mengajukan proposal tentang pemukiman Yahudi di Afrika Timur, yang saat itu berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris.

Mulanya Herzl menolak usulan pemberian tanah seluas 15.500 kilometer persegi tersebut. Namun rencana bermukim di Sinai juga tak masuk akal dan tidak direstui Inggris. Selain itu Herz juga menjaga hubungan baik antara gerakan Zionis dengan Inggris yang dipandang bisa membantu memberikan solusi pemukiman.

Inggris segera membantu mengurus segala keperluan pembentukan pemukiman Yahudi di Afrika Timur. Surat yang dikirimkan pejabat protektorat Sir Clement Hil ke Chamberlain menyatakan bahwa daerah tersebut memiliki otonomi sendiri, meski masih di bawah kontrol Inggris, lengkap dengan seorang pejabat Yahudi sebagai kepala pemerintahan setempat.

Segala persiapan beserta surat-surat pendukung dan restu dari Inggris inilah yang kemudian dibawa Herzl ke Kongres Zionis Keenam sampai-sampai menimbulkan reaksi keras dari kubu penentang yang menganggap usul Herlz sangat berlawanan dengan dasar Zionisme.

0 Komentar