Meskipun banyak yang meragukan kisah perjalanannya, beberapa kartografer abad 16 dan 17 terus menggunakan toponimi dari Marco Polo.
Sayangnya, Marco Polo juga memberikan deskripsi Jawa yang tidak masuk akal. Dikenal sebagai Mayor Jawa “Pulau terbesar di dunia,” bentuk Jawa menurut Marco Polo didasarkan pada “kesaksian para pelaut yang tahu banyak tentang hal itu.”
Para penjelajah Portugis yang mengunjungi kepulauan sebelum kedatangan Belanda, memiliki persepsi mereka sendiri tentang Jawa.
Baca Juga:Sebelum Hand Sanitizer Ngetren, Sudah Ada Sejak Sriwijaya hingga Air Padasan di Tanah JawaBeredar Foto Buku Tertulis Sunan Kudus Syiah, Begini Tanggapan Habib Abubakar Assegaf
Berdasarkan kisah penduduk pulau tersebut mereka mendapatkan informai bahwa di tengah pulau terdapat gugusan gunung yang membentang dari Barat ke Timur.
Geografi telah menghentikan komunikasi antara pantai Utara dan Selatan. Akibatnya, para pelaut Portugis meninggalkan niat untuk segera menjelajahi pantai selatan Jawa.
Misteri pantai selatan Jawa terpecahkan pada 1580. Francis Drake, seorang pelaut dan politisi Inggris yang mengelilingi dunia dari tahun 1577 hingga 1580, berdiri di pantai selatan Jawa.
Setelah menjelajahi kepulauan Maluku dan melalui celah Timor, Drake dan krunya mengikuti garis selatan dan mendarat di suatu tempat di pantai selatan Jawa – tampaknya Cilacap.
Kemudian peta berjudul Insulæ Indiæ Orientalis oleh kartografer Jodocus Hondius muncul pada 1606. Dia menggambar pantai selatan Jawa hanya dengan garis putus-putus, tetapi meninggalkan garis tegas yang membentuk teluk untuk area pelabuhannya.
Hondius menorehkan catatan kecil pada saat itu, “Huc Franciscus Dra. Appulit,” yang menandai tempat Drake membuang jangkar.
Sejak terbitnya peta Hondius, misteri pesisir selatan Jawa mulai terungkap. Peta-peta berikutnya memberikan gambaran lengkap tentang sebuah pulau yang pernah populer di kalangan penjelajah samudera dengan nama Java Major.
Baca Juga:Lawang Sanga, Syahbandar Masa Kesultanan CirebonGelar Silaturahmi, Polmah Kraton Kasepuhan dan Jajaran Direksi MNC Media Sepakat Menjaga Warisan Sejarah
Peta Insulæ Indiæ Orientalis di Asia Tenggara oleh kartografer Jodocus Hondius muncul pada tahun 1606. Dalam peta ini Hondius mencatat Francis Drake di Cilacap yang menandai akhir dari konjungsi pantai selatan Jawa, serta bentuk sebenarnya pulau itu. (*)
