- Kawah Barat yang bentuknya setengah lingkaran dan terpotong oleh Kawah Timur. Pada tepi bagian barat terdapat bukit lava yang dinamakan Sunan Cirebon (3.078 mdpl) yang menjadi puncak tertinggi Gunung Ciremai. Menurut catatan geologi, kawah Barat relatif lebih tua dari Kawah Timur. Masih berada pada bagian barat, ada satu lagi puncak tertinggi ke-2, Pangeran Talaga (3.058 mdpl)
- Kawah Timur yang usianya lebih muda ini berbentuk bulat. Dan menjadi pusat aktivitas saat ini. Ada dua bukit lava disini. Lawang Gede dan Sunan Mataram (3.046 mdpl).
Selain dua kawah ganda di atas, ada lagi struktur kawah yang berada di lereng bagian barat gunung api Ciremai. Tempat tersebut yang kini dikenal dengan nama Goa Walet. Berada pada ketinggian sekitar 2.950 mdpl, terbentuk karena terjadinya erupsi samping. Ada juga kawah ‘burung’ dengan bentukannya yang unik dan menarik.
Pertumbuhan aktivitas vulkanik di sekitar Ciremai, diawali oleh kegiatan gunung Putri. Kemudian disusul kegiatan gunung Gegerhalang. Lalu, semenjak itu kegiatan Ciremai hingga saat ini, diduga masih aktif.
Pada kegiatan gunung Putri menghasilkan aliran lava porfiritik, sedangkan kegiatan vulkanik gunung Gegerhalang menghasilkan aliran lava dan awan panas serta jatuhan pirklastik.
Baca Juga:Ajaran Pepali Pitu Raden Qasim Menantu Sunan Gunung JatiRaden Makdum Ibrahim Penemu Jenis Gamelan dengan Tonjolan di Bagian Tengah
Setelah kegiatan vulkanik gunung Gegerhalang, kemudian disusul oleh kegiatan gunung Ciremai yang menghasilkan beberapa aliran lava serta endapan awan panas dan jatuan piroklastik.
Selain itu, juga menghasilkan endapan sekunder berupa endapan lahar yang menyebar di kaki sebelah timur Ciremai. Di samping itu, juga dijumpai beberapa erupsi samping yang menghasilkan aliran lava berkomposisi andesit. Di antaranya erupsi sukageri, buntung, pucuk dan dulang (Data Dasar Gunung Api Indonesia).
Sebagai gunung api, tidak heran jika batuan yang terdapat dalam kawasan TNGC merupakan batuan endapan vulkanik. Produk dari aktivitas vulkanik gunung Ciremai. Jelas ini menjadi potensi geowisata yang tinggi.
Yang mendasari komplek gunung Ciremai adalah batuan sedimen Tersier, sebagian dapat dilihat dan dijumpai pada bagian kaki barat laut. Selain itu juga dijumpai beberapa intrusi berkomposisi andesit. Seperti di daerah Maja, Kabupaten Majalengka dan di utara komplek gunung Ciremai, yaitu pada daerah gunung Kromong. (*)
