Inilah Sosok Vlad the Impaler, Gemar Bersikap Sadis Tancapkan Lawannya ke Tiang

vlad iiijpg 20220625082606
Vlad III yang sohor dengan sebutan Vlad The Impaler, adalah pemimpin Walachia yang mengerikan selama pemerintahannya. (Carolina Fear Fest)
0 Komentar

Setahun setelah kejadian itu, Vlad III mulai bergerak untuk kembali merebut takhta ayahnya dari penguasa Wallachia yang baru, Vladislav II.

Upayanya ini berhasil berkat didukung oleh Kesultanan Ottoman. Namun kesuksesan Vlad III duduk di takhta Wallachia hanya bertahan dua bulan setelah Vladislav II kembali melawan dan menang.

Sadis nan Bengis

Profesor sejarah abad pertengahan dan arkeologi Universitas Florida, Florin Curta mengatakan tak banyak informasi mengenai keberadaan Vlad III selama 1448-1456, atau setelah didepak lagi dari Wallachia oleh Vladislav II.

Baca Juga:Terungkap Raja Charles III Keturunan Vlad The Impaler dari Rumania, Benarkah Punya Hubungan Darah ‘Drakula’?151 Istri Prabu Siliwangi Hanya 4 yang Terkenal

Tetapi Vlad III diyakini bolak-balik bermain dua kaki dalam konflik Ottoman dan Hungaria. Hingga akhirnya, ia seutuhnya menyetop hubungan dengan Ottoman.

image 1Penyiksaan dari Vlad the Impaler dengan cara menusuk dan menancapkan tubuh targetnya hidup-hidup ke tiang pancang. (Pauk using CommonsHelper via Wikimedia Commons (CC-PD-Mark)

Pemutusan hubungan tersebut membuat Vlad III mendapat dukungan militer dari Raja Ladislaus V Hongaria yang ternyata juga tak menyukai musuh Vlad III, Vladislav II.

Ketenaran Vlad III baik secara politik dan militer semakin santer bersamaan dengan kejatuhan Konstantinopel ke Kesultanan Ottoman pada 1453. Dengan kejatuhan ibukota Romawi Timur tersebut, Kesultanan Ottoman siap untuk menginvasi Eropa melalui upaya merebut Hungaria pada 1456.

Pada saat itulah, Vlad III berangkat ke daerah asalnya untuk membunuh Vladislav II dan menjadi penguasa dari Wallachia.

Setelah berhasil menyingkirkan Vladislav II, Vlad III yang sudah memiliki dendam terhadap Ottoman sejak muda, mendeklarasikan diri melawan kekhalifahan terakhir tersebut. Kebijakan pertamanya adalah menghentikan pembayaran upeti tahunan kepada Sultan Ottoman.

Meski kebijakan ini membuat ia terlihat baik di mata warganya, Vlad III sesungguhnya juga amat sadis.

Baca Juga:Carita Purwaka Caruban Nagari Ungkap Asal Kata Cirebon Ternyata SarumbanAda Sumur Misterius di Pantai Tiris Indramayu

Demi memperkuat posisi sebagai penguasa Wallachia, Vlad III konon mengundang para bangsawan di wilayah tersebut ke dalam sebuah perjamuan makan malam. Para bangsawan tersebut memiliki riwayat saling berebut kekuasaan sekaligus berpotensi menjadi lawan Vlad III.

Namun dalam perjamuan tersebut, Vlad III justru membantai seluruh tamunya itu dengan menusuk dan menancapkan tubuh mereka hidup-hidup ke tiang pancang.

0 Komentar