Jejak Mbah Muqoyyim di Tuk Karangsuwung

4Makam Kyai Muqoyyim Buntet
Makam Mbah Muqoyyim berada di Jl. Raya Mbah Muqoyyim Desa Tuk Karangsuwung, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat
0 Komentar

Kiai Muqoyyim merupakan putra Kiai Abdul Hadi yang masih keturunan bangsawan dari Kesultanan Cirebon. Dia dilahirkan di Desa Srengseng Krangkeng, Karang Ampel, Indramayu 1689 seiring dengan melemahnya Kesultanan Cirebon pascamangkatnya Pangeran Girilaya pada 1662 M. Sehingga Kesultanan Cirebon terpecah menjadi beberapa bagian.

Kala itu Cirebon sering mengadakan hubungan dengan Banten, yang berada dibawah pemerintahan Adipati Anom alias Amangkurat II, dimana perkembangan ilmu keagamaan cukup tinggi.

Kyai Muqoyyim adalah ulama sakti dan pendiri Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, di Jaman Belanda Kyai Muqoyyim sering dicari Belanda, hingga pernah dikepung pesantren oleh Belanda, tetapi dia menghilang entah kemana.

Baca Juga:Kuburan Massal Korban Tragedi 1965 Ditemukan di Blok Dongkol CirebonSerat Walangsungsang, Raden Sarip Ajak Prabu Siliwangi Memeluk Islam

image 8Makam Kyai Muqoyyom di berada di Jl. Raya Mbah Muqoyyim Desa Tuk Karangsuwung, Lemahabang, Cirebon, Jawa Barat

Seusai berkelana ke berbagai daerah, yakni Tuk Cirebon, Pemalang, dan Aceh, Mbah Muqoyyim kembali lagi ke Buntet atas permintaan utusan dari kesultanan Cirebon untuk mengatasi penyakit kolera yang mewabah di Cirebon. Mbah Muqoyyim mengajukan dua syarat untuk itu, yakni dipulangkannya kembali Pangeran Kanoman (Chaeruddin) dan penguasa mendirikan masjid di wilayah Cirebon. Dua syarat itu langsung dikabulkan Belanda. Akhirnya, ia kembali ke Buntet dan merintis kembali pesantren yang sempat ditinggalkannya selama beberapa tahun. (*)

0 Komentar