CARUBAN NAGARI-Bila Anda melintasi Jalan Kebon Blimbing Kota Cirebon Jawa Barat, maka di sebelah kanan jalan akan menemui sebuah pohon beringin yang berukuran sangat besar dan sudah berusia sekitar 400 tahun. Pohon tersebut hingga kini masih terlihat kokoh dan tentu saja beraura mistis. Terlebih di bawah pohon itu terdapat makam yang dikeramatkan sebagian masyarakat yakni makam Ki Talka dan Nyi Talka.
Ki Talka disebut-sebut sebagai guru agama Islam dan masih keturunan Keraton Kanoman Cirebon. Ki Talka dan istrinya, dinilai berjasa dalam penyebaran agama Islam. Adapun latar belakang disematkannya nama Jalan Kebon Blimbing, karena dahulunya di wilayah itu banyak tumbuh pohon Blimbing.
Hingga kini, masih ada sebagian pengendara yang jika melintasi pohon beringin, membunyikan klakson dan terkadang melempar uang koin. Tujuannya, sebagai tanda ‘permisi’ numpang lewat kepada penunggu pohon tersebut. Hal itu tidak terlepas dari berbagai kisah mistis yang kerap terjadi di sekitar pohon tua itu.
Baca Juga:Pesantren Gebang Tinatar Masa Kyai Kasan Besari yang Menurunkan Santri Sulaiman Jamaluddin, Cucu Pangeran Hadiraja, Sultan Kasepuhan CirebonTiga Istri Bhre Kertabumi Raja Majapahit Terakhir yang Melahirkan Raja-Raja Besar di Tanah Jawa
Menurut Nana S (50), warga Kampung Kebon Blimbing ini mengisahkan, jika malam tiba suasana di sekitar pohon beringin terkesan angker. Selain sedikitnya penerangan, di jalur tersebut juga sepi. Orang cenderung segan melintas, kecuali di siang hari.
“Kalau malam tiba, warga setempat terkadang melihat perempuan bergaun putih bergelantungan di pohon beringin. Kadang mereka juga melihat penampakan sosok gendoruwo yang menyeramkan. Giginya bertaring, rambut gimbal menjuntai dan mata yang bersinar merah,” ungkap penjual rempeyek ini.
Diceritakan Nana, saat program uji nyali sedang booming, ada kru salah satu televisi swasta yang menjadikan lokasi pohon beringin itu sebagai lokasi acara. Sejumlah sesepuh kampung sebenarnya sudah mengingatkan agar kegiatan tersebut diurungkan, mengingat dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
“Tapi peringatan itu sepertinya tidak digubris dan acara terus berlangsung. Ada warga lokal yang menjadi salah satu pesertanya. Dia tidak kuat menahan gangguan yang muncul saat uji nyali. Setelah itu yang bersangkutan jatuh sakit dan tidak lama meninggal dunia. Orang-orang kemudian menyebut jika dirinya menjadi korban keganasan makhluk gaib penghuni pohon beringin,” ungkapnya.
