PKI masuk tiga besar di Jabar. Sementara Masyumi pada urutan pertama (26%), dan Partai Nasional Indonesia (PNI) di posisi runner-up (22%).
“PNI menang di Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung, Ciamis, Sumedang, Majalengka, Kuningan,” tulis pemilik akun dengan 156.000 follower ini.
https://twitter.com/zenrs/status/1484367172356898820?s=20&t=OK0sf7kYM6sPA8VoQXI9iA
Baca Juga:Kisah Cinta Bujang Genjong-Rara Gonjeng, Naskah Kuno Tasawuf CerbonKetika Prabhu Surawisesa Dikudeta 16 Ratu dan Raja
Sementara Masyumi menang di Indramayu, Kabupaten Bandung, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi.
“NU menang di Kabupaten Cirebon, tapi hanya di Wilayah Buntet, Kempek dan Babakan,” terang Zen. Lalu dimana basis kemenangan PKI? “The one and only, Kota Cirebon,” ungkap Zen Rahmat Sugito.
Bekas Peninggalan Kader PKI Di Cirebon
Menara air di daerah Tuparev yang menjulang tinggi dan terdapat tulisan ‘Selamat Datang Di Cirebon Kota Berintan’ dibangun oleh Wali Kota Cirebon Raden Slamet Ahmad (RSA) Prabowo bin Ki Hatmo, yang menjabat dari tahun 1960 sampai 1965.
Ia membangun menara air Tuparev pada tahun 1961. Menara air ini dibangun karena menara air yang sebelumnya sudah ada, daya tampungnya kurang. Padhal pertumbuan masyarakat Kota Cirebon kala itu terus bertambah.
Menara air ini disebut sebagai salah satu bangunan yang berhasil dibangun oleh RSA Prabowo. Bahkan ketika itu, menara air Tuparev dianggap menjadi menara air tertinggi di Asia Tenggara.
Setelah terjadi peristiwa G30S/PKI, pengaruh partai ini di Kota Cirebon mulai menghilang. Selain itu, karena peristiwa ini juga, pada tahun 1966 RSA Prabowo ditangkap bersama Bupati Cirebon, Harun Zaenal Abidin. Mereka berdua diadili dan langsung dijebloskan ke penjara.
