Ada Suara Gamelan dan Sinden di Curug Pangeran Petilasan Kian Santang

b8c08c34d070f960a23f24a5d3680d111c4e4a89d9abcd33a1880f124bcccea5
Curug Pangeran Bogor.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Begitu memesona, Curug Pangeran berwarna kebiruan dan jernih. Tapi, ada hal mistis yang dipercaya di curug ini.

Dengan ketinggian kurang lebih enam meter, Curug Pangeran memiliki air yang sangat jernih. Saat ada pantulan cahaya matahari, airnya menjadi hijau kebiruan.

Arus air terjunnya tak begitu deras, sehingga menjadi aman untuk wisatawan yang mau berenang. Tapi tetap, wisatawan diimbau untuk tidak mendekati pusat aliran air.

Baca Juga:Anda Mendengar? Suara Lirih Diduga Muncul di Stadion Kanjuruhan2 Kapal Jepang Tenggelam Bikin Belanda Kagum, Pria Keturunan Kraton Kanoman Ini Terima Tanda Jasa Militer Khusus Het Bronzen Kruis

Selain tak deras, air terjunnya juga tak tinggi, namun kejernihannya lah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Bahkan, pendeknya air terjun bisa dimanfaatkan wisatawan untuk melompat.

Nah, ada alasan mengapa curug ini dinamakan Pangeran. Curug Pangeran diyakini menjadi petilasan Pangeran Kian Santang, seorang pangeran dari Kerajaan Padjajaran.

Salah satu misteri yang tersimpan adalah, setiap malam Jumat sering terdengar suara gamelan yang mengiringi sinden atau orang yang bernyanyi. Katanya, di tengah alunan gamelan dan suara nyanyian sering terdengar suara kereta kencana yang biasa ditunggangi pangeran.

Berdasarkan misteri yang dipercaya tersebut, wisatawan pun tak diperkenankan camping pada malam Jumat di Curug Pangeran. Sebab masih ada kepercayaan yang kental itu, wisatawan harus berhati-hati dan menjaga segala perbuatan dan sikap ya, termasuk pakaian yang sopan.

Untuk traveler yang mau berkunjung, Curug Pangeran berada di kompleks Gunung Bunder, Taman Nasional Halimun Salak, yaitu di Desa Gunung Picung, Pamijahan, Bogor. (*)

0 Komentar