Kisah Sultan Al-Ghabbah: Kirim Ribuan Keluarga Muslim untuk Menghuni Pulau Jawa Berakhir Tragis hingga Mengutus Syekh Tambuh Aly bin Syekh Baqir

main qimg 165f7ae083612bd4b0a49ea7ed032a3f
Gunung Tidar merupakan pusat atau titik tengah Pulau Jawa. nama Gunung tidar sendiri berasal dari gabungan kata Mati dan Modar.
0 Komentar

Sultan Al-Ghabbah kembali mengirim 2000 keluarga muslim untuk menghuni pulau Jawa, namun semuanya kembali tewas.

Muhammad Dhiyauddin Quswandhi dalam bukunya berjudul “Waliyah Zainab Putri Pewaris Syeikh Sitti Jenar-Sejarah Agama dan Peradaban di Pulau Bawean” menulis bahwa pada abad ke-14 M, Sultan Al-Ghabbah mengutus Syaikh Baqir atau masyhur dengan nama Syaikh Subakir ke tanah Jawa untuk meruqyah tanah Jawa (sebelumnya juga singgah dan meruqyah pulau Bawean) sebagai awal pembuka jalan dakwah, dan menghilangkan anasir-anasir jahat akibat dominasi jin dan siluman yang terkait dengan ritual agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat setempat sebelum-nya (Kapitayan-Hindu-Buddha).

Selain itu juga untuk membuka hati masyarakat Jawa agar terbuka hatinya terhadap Islam yang akan segera datang di bawah panji Walisongo.

Baca Juga:Syarif Syam Berambut Panjang hingga Menyentuh Tanah Anak Angkat Ki Gede Karangkendal yang Jarang Disebutkan dalam BabadMengungkap Gunung Padang Cilacap, Dikabarkan Peninggalan Pajajaran Berupa Tumpukan Kayu untuk Bangun Kerajaan

Menurut Mat Sukri, dalam “Kitab Musarar Syeikh Subakir (Asal-Muasal Tanah Jawa)” perjalanan Syaikh Subakir di tanah Jawa tertulis dalam manuskrip kuno berjudul Kitab Musarar berbentuk tembang/puisi Jawa.

Berdasarkan fakta sejarah di atas, Islam mulai dikenal oleh penduduk pribumi di Indonesia sejak abad ke-7 M mengalami hambatan dan belum diterima sampai pada abad ke-15 M.

Hal tersebut berarti sekitar kurun waktu delapan abad lamanya sampai Islam mulai dianut secara menyeluruh oleh masyarakat pribumi Indonesia yaitu pada pertengahan abad ke-15 M.

Muhammad Dhiyauddin mengatakan setelah Pulau Jawa dan Pulau Bawean yang diruqyah oleh Syaikh Subakir, maka Pulau Jawa disebutkan telah siap menerima dakwah Islam para mubaligh berikutnya yaitu dakwah Walisongo.

Di antara anggota Walisongo yang berdakwah di Jawa pada periode awal yaitu Syaikh Maulana Malik Ibrahim.

Walisongo

Menurut Solichin Salam dalam bukunya berjudul “Sekitar Walisongo”, kata Walisongo merupakan gabungan dua kata yang berasal dari kata wali dan songo.

Kata wali berasal dari bahasa Arab, satu singkatan dari kata waliyullah yang berarti orang yang mencintai dan dicintai Allah. Sedangkan kata songo berasal dari bahasa Jawa yang berarti sembilan. Jadi, Wali Songo berarti wali yang berjumlah sembilan, yaitu sembilan orang yang mencintai dan dicintai Allah.

0 Komentar