Syarif Syam Berambut Panjang hingga Menyentuh Tanah Anak Angkat Ki Gede Karangkendal yang Jarang Disebutkan dalam Babad

f jalan karanggetas cirebon
Suasana Jalan Karanggetas Kota Cirebon yang merupakan kawasan niaga
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Syekh Magelung Sakti atau Syarif Syam atau Pangeran Soka atau Pangeran Karangkendal. Konon Syekh Magelung berasal dari negeri Syam (Syria), hingga kemudian dikenal sebagai Syarif Syam. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa beliau berasal dari negeri Yaman.

Syarif Syam memiliki rambut yang sangat panjang, rambutnya sendiri panjangnya hingga menyentuh tanah, oleh karenanya beliau lebih sering mengikat rambutnya (gelung). Sehingga kemudian beliau lebih dikenal sebagai Syekh Magelung (Syekh dengan rambut yang tergelung).

Mengapa beliau memiliki rambut yang sangat panjang, karena rambutnya tidak bisa dipotong dengan apapun dan oleh siapapun. Karenanya, kemudian beliau berkelana dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari siapa yang sanggup untuk memotong rambut panjangnya itu. Jika beliau berhasil menemukannya, orang tersebut akan diangkat sebagai gurunya. Hingga akhirnya beliau tiba di Tanah Jawa, tepatnya di Cirebon.

Baca Juga:Mengungkap Gunung Padang Cilacap, Dikabarkan Peninggalan Pajajaran Berupa Tumpukan Kayu untuk Bangun KerajaanMirip Piramida, Misteri Gunung Padang Majenang Cilacap

Pada sekitar abad XV di Karangkendal hidup seorang yang bernama Ki Tarsiman atau Ki Krayunan atau Ki Gede Karangkendal, bahkan disebut pula dengan julukan Buyut Selawe, karena mempunyai 25 anak dari istrinya bernama Nyi Sekar. Diduga, mereka itulah orang tua angkat Syarif Syam di Cirebon.

Konon, Syarif Syam datang di pantai utara Cirebon mencari seorang guru seperti yang pernah ditunjukkan dalam tabirnya, yaitu salah seorang waliyullah di Cirebon. Dan di sinilah beliau bertemu dengan seorang tua yang sanggup dengan mudahnya memotong rambut panjangnya itu. Orang itu tak lain adalah Sunan Gunung Jati. Syarif Syam pun dengan gembira kemudian menjadi murid dari Sunan Gunung Jati, dan namanya pun berubah menjadi Pangeran Soka (asal kata suka). Tempat dimana rambut Syarif Syam berhasil dipotong kemudian diberi nama Karanggetas.

Setelah berguru kepada Sunan Gunung Jati di Cirebon, Syarif Syam atau Syekh Magelung Sakti diberi tugas mengembangkan ajaran Islam di wilayah utara. Beliau pun kemudian tinggal di Karangkendal, Kapetakan, sekitar 19 km sebelah utara Cirebon, hingga kemudian beliau lebih dikenal sebagai Pangeran Karangkendal.

Sesuai cerita yang berkembang di tengah masyarakat atau orang-orang tua tempo dulu, pada masa lalu Syekh Magelung Sakti menundukkan Ki Gede Tersana dari Kertasemaya, Indramayu, sehingga anak buah Ki Tarsana tersebut yang berupa makhluk halus pun turut takluk. Namun, makhluk gaib melalui Ki Tersana meminta syarat agar setiap tahunnya diberi makan berupa sesajen rujak wuni. Dari cerita inilah selanjutnya, tradisi menyerahkan sesajen daging mentah tersebut berlangsung setiap tahun di Karangkendal.

0 Komentar