“Oleh karena itu kita berkata, jikalau benar-benar engkau cinta Muhammad. Jikalau engkau benar-benar merayakan Maulud Muhammad bin Abdullah, jikalau engkau benar-benar merayakan. Kerjakanlah apa yang ia perintahkan, kerjakanlah apa yang agama ia bawa,” tutur Soekarno.
Dengan suara lantang, Soekarno terlihat ingin membangkitkan semangat rakyat dan tamu yang hadir kala itu, mengajak menyelaraskan antara ajaran Islam dengan dasar kenegaraan demi mencapai kemenangan bersama.
“Saudara-saudara, mari berjalan terus. Berjalan terus di atas dasar-dasar kenegaraan kita. Berjalan terus sebagai umat Islam, di atas dasar-dasar ajaran agama Islam. Berjalan terus dan memang telah dijanjikan oleh Tuhan, janji lho, janji, janji oleh Tuhan pada kita,” ujar Soekarno.
Baca Juga:Hindari Incaran Belanda, Pondok Pesantren Pertama Didirikan Syekh Tolhah di BegongMengenal Syekh Tolhah Keturunan Sunan Gunung Jati dari Kalisapu
“Jikalau kita berjuang benar-benar di atas dasar agama, kita akan menang,” ucapnya menambahkan.
Soekarno menyatakan, setiap manusia harus siap dihantam dengan getirnya kehidupan, bila ingin sukses.
“Kita ingin menjadi satu bangsa yang seperti tiap hari digembleng oleh keadaan. Digembleng hampir hancur lebur, bangun kembali. Hanya dengan jalan demikianlah kita bisa menjadi satu bangsa yang benar-benar bangsa otot kawat balung wesi. Ora tedas tapak paluning pandhe (kebal senjata tajam),” kata Soekarno dengan sangat antusias.
Serta menghargai dan mensyukuri segala cobaan hidup. Supaya menjadi pribadi Islam yang kuat.
“Apalagi? Ora tedas sisaning gurindo (tidak takut ancaman). Hanya jikalau kita mengerti dialektik daripada perjuangan. Jikalau engkau umat Islam yang sejati, engkau harus senang, senang, senang selalu digembleng. Senang karena selalu up and down,” tuturnya. (*)
