Tradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pangeran Cakrabuana

1f3eb408 cb89 4d14 965f 83765360fc3b
Kasultanan Kanoman Cirebon menggelar Tradisi Malam Pelal Ageng Panjang Jimat,,Sabtu (8/10/2022). Tradisi tersebut merupakan acara inti peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada 12 Rabiul Awal.
0 Komentar

“Istilah Pelal Ageng artinya malam keutamaan yang besar yakni malam dimana Gusti Rosul lahir ke dunia. Sementara istilah Panjang Jimat berasal dari kata Panjang, yakni sebuah piring pusaka berbentuk bulat dan besar pemberian seorang Pertapa suci bernama Sanghyang Bango dari Gunung Surandil kepada Pangeran Cakrabuwana,” terangnya.

Sedangkan, istilah Jimat, menurut Ratu Arimbi, yakni sebuah benda apapun yang mempunyai nilai sejarah dan nilai pusaka yang harus dijaga.

Istilah Jimat sendiri hakikatnya adalah nasi yang sudah dimasak dengan cara dikupas satu-persatu setiap biji berasnya sebari melantunkan solawat kepada Nabi Saw oleh rombongan Bapak Sindangkasih.

Baca Juga:West Java Triathlon Bakal Digelar Rutin, Korem 063/SGJ: Sukses Sedot Atensi MasyarakatJembatan Penghubung Plompong-Wanareja di Brebes Terputus, Akses Jalan Lumpuh

Lalu kemudian, beras tersebut disucikan atau dipesusi di Sumur Bandung dengan diiringi lantunan solawat oleh rombongan Perawan Sunti yakni rombongan Perawan yang suci (menjaga wudlu) dari hadas kecil dan hadas besar.

“Nasi yang proses memasaknya diiringi solawat inilah yang disebut nasi jimat. Jimat yang dimaksud adalah bacaan solawat yang dipanjatkan kepada Baginda Gusti Kanjeng Rosulullah Saw,” ungkapnya.

“Karena solawat inilah yang menjadi sebab syafa’at umat manusia ketika tiba hari pembalasan nanti dan Nur Muhammad lah yang menjadi sebab terciptanya manusia dan alam smesta,” imbuhnya.

Dengan kata lain, panjang Jimat adalah iring-iringan nasi jimat yang diletakan di atas piring panjang yang di dalamnya mengandung banyak keutaman (fadhilah).

“Sehingga malam itu disebut pelal ageng, yakni malam yang bersejarah dalam sejarah manusia dan alam semesta serta mengandung banyak keutamaan,” tutup Ratu Arimbi. (*)

0 Komentar