Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, Lucky juga menceritakan kepada para anggota dewan mengenai tidak adanya tools untuk mendukung kerjanya sebagai wakil bupati. Dia menyatakan, tidak didampingi oleh ajudan dan protokoler. Bahkan, rumah dinasnya yang notabene objek vital, juga tidak dijaga oleh Satpol PP.
Lucky pun mengaku tidak pernah lagi menerima pendelegasian tugas dari bupati setelah Hari Jadi ke-494 Kabupaten Indramayu pada Oktober 2021. Padahal dalam UU Nomor 23/2014, tugas wakil bupati adalah membantu bupati.
Meski demikian, Lucky mengaku, tetap menjalankan tugasnya dalam fungsi pengawasan. Caranya, yakni dengan terus berkeliling ke tengah masyarakat hingga mendapati berbagai persoalan, salah satunya banyaknya jalan rusak.
Baca Juga:Waspadai Cuaca Ekstrim, BMKG Sebut Cirebon Daerah Berisiko TinggiSalikin ABK Kapal Edersands, Warga Mundu Dilaporkan Terjatuh di Perairan Irlandia
Namun, Lucky mengaku, tidak bisa melaporkan hasil pengawasannya itu kepada bupati karena tidak adanya ajudan maupun protokoler.
“Saya punya setumpuk laporan tentang hasil dari pengawasan. Tapi, tidak punya aspri untuk mengetik (laporan) dan tidak ada ajudan untuk menyampaikan laporan itu kepada bupati,” kata Lucky.
Dalam kesempatan itu, para anggota dewan mengaku, prihatin dengan adanya disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati. Pasalnya, yang menjadi korban adalah masyarakat yang sebenarnya sudah membayar pajak untuk menggaji bupati dan wakil bupati.
“Sudahi polemik disharmonisasi. Mulai sekarang harus diperbaiki. Masyarakat Indramayu membutuhkan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mampu bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di daerah,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Indramayu, Muhaimin.
Sementara itu, Ketua DPRD Indramayu, Syaefudin, menyatakan, Lucky Hakim sengaja diundang untuk hadir dalam Rapat Dengar Pendapat di hadapan empat komisi. Hal itu sesuai dengan kesepakatan bersama yang ditetapkan pada 9 September 2022 lalu.
“Dari rapat itu ada banyak yang kita tangkap dan menjadi penting untuk menjadi catatan dan semangat perbaikan,” tandas Syaefudin. (*)
