Usia Hampir 500 Tahun, Wakil Bupati Indramayu Akui Adanya Disharmonisasi

IMG 20221007 WA0050 750x430 1
Puncak Hari Jadi ke-495 Indramayu yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Indramayu, Jum’at, 7 Oktober 2022, berlangsung khidmat. Lucky Hakim, Wakil Bupati Indramayu. Lucky Hakim berdampingan dengan Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Usia Indramayu hampir lima abad. Namun, sebagian rakyat masih hidup susah. Mekanisme komunikasi antar-pimpinan juga tidak berjalan dengan baik. Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih terjebak dalam berbagai persoalan. Mulai dari kemiskinan hingga ketidakharmonisan pemimpinnya. Tanpa pembenahan, lagi-lagi warga yang akan dirugikan.

Hal ini diakui Wakil Bupati Indramayu, adanya disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati Indramayu. DPRD Indramayu berharap, agar Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Wakil Bupati bisa bersinergi menjalankan visi misi Indramayu Bermartabat yang telah ditetapkan.

Hal itu disampaikan oleh Lucky, dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Indramayu, Senin (10/10). Melalui kegiatan itu, DPRD Indramayu memenuhi keinginan Lucky untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi mengenai kinerjanya selama menjabat sebagai wakil bupati Indramayu.

Baca Juga:Waspadai Cuaca Ekstrim, BMKG Sebut Cirebon Daerah Berisiko TinggiSalikin ABK Kapal Edersands, Warga Mundu Dilaporkan Terjatuh di Perairan Irlandia

Dalam kesempatan itu, salah seorang anggota DPRD, Muhaimin, meminta penegasan pada Lucky apakah ada disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati Indramayu. “Ini bukan tentang Nina dan Lucky, tapi secara pemerintahan antara bupati dan wakil bupati. Apakah merasakan disharmonisasi dalam menjalankan pemerintahan?,” tanya Muhaimin.

Muhaimin mencontohkan, ketika ada undangan dari DPRD, maka jika bupati berhalangan, sejatinya diwakili oleh wakil bupati. Ketika wakil bupati berhalangan, maka bisa menunjuk pejabat yang lain seperti sekda, asda dan seterusnya.

Namun yang selama ini terjadi, saat bupati berhalangan hadir, bukan wakil bupati yang mewakili, melainkan sekda, asda bahkan seorang kepala badan.

Lucky menyatakan, secara personal, antara Nina Agustina dengan Lucky Hakim sebenarnya tidak ada konflik secara pribadi. Namun, dia mengakui, secara pemerintahan, ada disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati.

“(Disharmonisasi) secara bupati dan wakil bupati, yes,” tukas Lucky.

Ditemui usai rapat, Lucky mencontohkan, pernah menghadiri undangan DPRD dan duduk di podium. Namun dalam kegiatan itu, yang mewakili bupati justru sekda.

Selain itu, lanjut Lucky, pernah juga dalam suatu acara dimana bupati dan dirinya diundang. Namun, yang mewakili kehadiran bupati justru direktur PDAM Indramayu. Padahal, dirinya juga hadir di lokasi tersebut sebagai wakil bupati.

“Kalau melihat hal itu, betul itu ada disharmoniasi. Tapi as personal, kembali lagi itu adalah hak prerogatifnya bupati. Dan masyarakat yang menilai, bukan saya. Saya tidak punya hak/kewajiban untuk menilai bupati,” cetus Lucky.

0 Komentar