Majalengka: 19 Kecamatan Rawan Longsor dan Pergerakan Tanah

longsor 673x375 1
Ilustrasi
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kabupaten Majalengka, Jawa Barat melakukan antisipasi bencana pada musim penghujan. Seluruh warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan.

Kesiapan tersebut ditandai dengan penetapan status siaga bencana hidrometeorologi yang berlaku di seluruh wilayah Kabupaten Majalengka.

“Di Kabupaten Majalengka berpotensi terjadi beberapa bencana,” tutur Bupati Majalengka, Karna Sobahi, Selasa (18/10).

Baca Juga:IDAI: Gangguan Ginjal Akut Misterius 192 Kasus di 20 ProvinsiAncaman Daratan Bakal Tenggelam di Pesisir Pantura Jawa Barat

Pemkab Majalengka, jelas Karna, telah mendata daerah rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor “Prioritas kita penyelamatan orang,” tutur Karna.

Dijelaskan Karna, di Jawa Barat, Kabupaten Majalengka menempati urutan ke 15 dari 27 kabupaten dan kota yang rawan bencana. Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Majalengka, dari 26 kecamatan sebanyak 19 kecamatan merupakan daerah rawan longsor dan pergerakan tanah. Sedangkan sisanya rawan banjir.

Sebanyak 164 kejadian kebencanaan telah terjadi di Kabupaten Majalengka mulai awal tahun hingga pertengahan Oktober 2022 ini. Kejadian bencana tersebut terdiri 67 kejadian banjir, 12 kejadian kebakaran hutan dan lahan, 16 kejadian erosi dan sembilan kejadian lainnya. (*)

0 Komentar