Peta Francois Valentyn (1724) menempatkan pusat Kandangwesi di muara S. Cikandang (?), sementara Thomas Stamford Raffles dalam A Map of Java (1817) menempatkannya di sekitar Bungbulang sekarang (?), dan Franz Wilhelm Junghuhn dalam Kaart Van Het Eiland Java (1855) menempatkannya di hulu S. Cikandang, di sisi tenggara Gunung Papandayan.
Setelah Kabupaten Parakanmuncang dibubarkan pada masa pemerintahan Raflles (1811-1816), Kandangwesi menjadi wilayah Kabupaten Soekapoera sebelum akhirnya digabungkan dengan Kabupaten Limbangan (Garut) tahun 1901. Berbagai perubahan administrasi dan reorganisasi pemerintahan sampai dengan 1921 akhirnya merubah nama Kandangwesi menjadi Bungbulang.
Referensi:
- Aditia Gunawan. 2019. Textiles in Old-Sundanese Texts.
- M. Radin Fernando. 2013. Sebuah daftar masa lalu terkait desa, kepala desa, rumah tangga, upeti dan penghasilan di Priangan, Jawa Barat, 1686.
- Mumuh Muhsin Z. 2008. Sumedang Pada Masa Pengaruh Kesultanan Mataram (1601-1706).
- Thomas Stamford Raffles. 1817. The History of Java, diterjemahkan oleh Eko Prasetyaningrum, Nuryati Agustin, Idda Qoryati Mahbubah.
- Yusandi. 2010. Fragmen Carita Parahyangan, Naskah Sunda Kuno dan Kisah Pendirian Ibukota Pakuan.
