CARUBAN NAGARI-Kandangwesi merupakan salah satu wilayah kuno di Pakidulan Tatar Sunda. Menurut peta Topographisce Kaart Van de Residentie Preanger Regent Schappen (1857), Kandangwesi adalah distrik di wilayah Regentschap Soekapoera dengan hoofdplaats di Bungbulang. Wilayahnya kurang lebih meliputi Kecamatan Cikelet, Pakenjeng, Pamulihan, Bungbulang, Cisewu, Caringin dan Mekarmukti Kabupaten Garut sekarang.
Distrik ini berbatasan dengan Distrik Tjidammar, Regentschap Tjiandjoer di barat dan Distrik Nagara di timur. Sisi utara berbatasan dengan distrik Bandjaran, Tjipeudjeu, dan Timbanganten, Regentschap Bandung. Sementara di selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Saya tidak tahu makna sebenarnya dari Kandangwesi. Apakah kerangkeng besi atau tempat yang memiliki banyak besi? Karena di sepanjang pesisir selatan endapan pasir besi (mineral magnetite atau titano-magnetite) cukup melimpah. Carita Pantun menyebut wilayah Kandangwesi sebagai tempat jatuhnya kerangkeng yang dilemparkan oleh Ciung Wanara.
Baca Juga:Penampakan Naskah Timah NagarapageuhNaskah Sunda Kuno Nagarapageuh Ditulis di Atas Timah Berukuran 10 Cm
Naskah Fragmen Carita Parahyangan (1488 M) mencatat Kandangwesi berpusat di Papandayan, dipimpin oleh Bagawat Resi Karangan yang dinobatkan sebagai Preburaja di Kandangwesi. Batas sebelah barat adalah tepi Cikandangwesi (S. Cikandang?), dan sebelah utara adalah Wates. Wilayah ini merupakan salah satu dari dua belas wilayah yang wajib menyerahkan pamwatan ke Pakuan. Jenis pamwatan-nya adalah:
\ti Kandangwesi pamwat siya ka pakwa[n], pedes telu barut, kapas sapuluh carangka, uyah salawé kelék, hayam salawé\
Sampai dengan awal 1800an wilayah Pajampangan di barat Kandangwesi masih disebut-sebut sebagai penghasil kapas untuk wilayah Sunda.
Bujangga Manik pernah menyebut nama Pagerwesi dengan tangeranya Gunung Agung ketika melihat ke arah selatan dari Gunung Papandayan. Apakah yang dimaksud Kandangwesi? Karena ada nama Pagerwesi lain yang tercatat dalam naskah Carita Parahyangan, terletak di antara Bogor dan Depok sekarang.
Sumber VOC pada tahun 1686 mencatat Negorij Kandangwesi sebagai bagian dari wilayah Parakanmuncang. Negorij ini dihuni oleh sepuluh keluarga yang berprofesi sebagai pembuat zat pewarna, lilin dan katun dipimpin oleh Wangsaprana. Sementara itu Rangga Gempol III atau Pangeran Panembahan dari Sumedang pernah mengajukan diri kepada VOC pada 1680-an untuk diangkat menjadi Wedana Bupati yang membawahi 44 Dalem, salah satunya Dalem Wanantaka di Kandangwesi.
