CARUBAN NAGARI-Peralihan musim dari kemarau ke penghujan mengakibatkan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir. Apalagi, banjir kerap kali berdampak bagi kesehatan termasuk penyakit diare dan infeksi kulit.
Didasari hal itu, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Consumer Health mengadakan edukasi kesehatan terkait gangguan penyakit di tengah musim hujan.
Menurut, Sekjen PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Ulul Albab, penyakit diare dan infeksi kulit merupakan dua penyakit yang sering kali menjadi ancaman saat terjadi bencana banjir. Sehingga, menjaga kesehatan menjadi penting untuk membantu mencegah terjadinya berbagai penyakit saat banjir.
Baca Juga:Misteri UFO di Langit Dago BandungBapenda Jabar Catat 7,4 Juta Kendaraan R2 dan R4 Berpotensi Bodong karena Tak Bayar Pajak
Ia mengungkapkan, masyarakat bisa mengantisipasinya dengan menyiapkan obat-obatan, menggunakan pakaian hangat saat berkaktivitas, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga, serta menyiapkan payung saat bepergian.
“Jika mengalami gejala penyakit penyerta di musim hujan, segera melakukan pemeriksan ke fasilitas kesehatan terdekat. Salah satu upaya pencegahan penyakit pasca banjir adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ungkap dr. Ulul dalam konferensi pers Kita Siap BERSAMA di Bandung, Senin (24/10).
Sementara itu, Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin mengatakan, musim hujan diperkirakan terjadi sampai bulan Januari 2023.
Pada Dasarian II Oktober 2022, sekitar 51,1 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dan sebagian lainnya mulai memasuki musim hujan pada awal November.
Hingga bulan Desember 2022, potensi curah hujan bulanan dengan kriteria tinggi berpotensi di sebagian wilayah, yakni Sumatera Selatan dan Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Kalimantan, Sulawesi Selatan dan Barat, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
“Pada periode Januari-Februari 2023, potensi curah hujan bulanan dengan kriteria tinggi berpotensi di sebagian wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur, Jogjakarta, Kalimantan Barat dan Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua,” kata Miming.
General Manager Commercial Kalbe Consumer Health, Kustanto Pramono mengungkapkan, banjir pasti menyebabkan banyak dampak seperti kesehatan, sosial, hingga lingkungan.
