Teguran lisan itu disampaikan langsung oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun pada Senin (24/10).
Komarudin Watubun mengatakan bahwa teguran lisan itu dikarenakan pernyataan Ganjar menimbulkan multitafsir di kalangan publik.
“Meskipun beliau (Ganjar) tidak melanggar aturan organisasi, tapi pernyataan itu menimbulkan multitafsir di publik,” tegas Komarudin dalam keterangan persnya usai bertemu Ganjar di Kantor DPP PDIP.
Baca Juga:Komik Setebal 30 Halaman Ungkap Kehidupan Ratu Elizabeth IIMengapa Kota Wali Cirebon Jadi Basis Kemenangan PKI di Pemilu 1955?
Video viral di media sosial memperlihatkan aksi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang merebut mic kader partainya, Ganjar Pranowo. Bagi Institut Studi Ekonomi Bisnis Politik dan Kebijakan Publik (SEPADA Institut) tidaklah mengherankan.
Dalam catatan SEPADAN Institut, hubungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan para pengurus PDIP seringkali menuai sorotan publik. Pertama, anggota DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan menyebut Ganjar yang berencana maju sebagai calon presiden 2024 sebagai sikap ‘kemlinthi’ atau sok dan congkak.
“Kalau kata orang Jawa kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan struktur di sana DPD DPC DPRD provinsi DPRD kabupaten/kota, itu baru,” ujar Trimedya dalam keterangan tertulis, (1/6).
Trimedya berkata demikian karena menilai manuver Ganjar sudah kelewat batas dan terburu-buru hingga mengabaikan tugasnya sebagai gubernur. Ia juga mempertanyakan kinerja Ganjar selama ini sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia menyinggung soal pembangunan penambangan di Wadas dan banjir rob di Semarang.
Kedua, Ketua DPP PDIP Puan Maharani sempat menyindir pemimpin yang hanya hadir di media sosial (medsos) saat memberikan pengarahan kepada kader PDIP di Jateng jelang Pemilu 2024 di Semarang pada Mei 2021 lalu. Meski tak spesifik menyebut nama, namun banyak kalangan menyebut sindiran itu untuk Ganjar.
Pada acara yang dihadiri Puan itu pula Ganjar tidak diundang. Padahal, Ganjar masih berstatus kader PDIP.
Ketiga, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul mengaku tak mengundang Ganjar pada acara itu karena alasan tak simpatik dengan Ganjar yang terlihat ambisius ingin maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024.
