Pasca Ganjar Pranowo Offside, SEPADAN Institut Cirebon: Kader PDI Perjuangan Terpecah 3 Kelompok di Pilpres 2024

hasto kristiyanto 20221024 225004
Video viral di media sosial memperlihatkan aksi Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang merebut mic kader partainya, Ganjar Pranowo.
0 Komentar

“Wis kemajon (sudah kelewatan). Yen kowe pinter, ojo keminter (bila kamu pintar, jangan sok pintar),” kata Bambang Mei 2021 lalu.

Keempat, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Mega, sapaan akrabnya, sempat ‘menegur’ Ganjar terkait ancaman banjir rob atau air pasang di pesisir Semarang, Jawa Tengah sejak awal Agustus 2021 lalu.

Teguran itu diutarakan Mega dalam acara Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar DPP PDIP secara virtual melalui aplikasi Zoom. Ganjar turut hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga:Komik Setebal 30 Halaman Ungkap Kehidupan Ratu Elizabeth IIMengapa Kota Wali Cirebon Jadi Basis Kemenangan PKI di Pemilu 1955?

Mega menegaskan bahwa Ganjar dicalonkan PDIP sebagai gubernur salah satunya untuk membenahi urusan banjir rob dan tata kelola pelabuhan di Semarang, Jawa Tengah. Urusan itu harus ditangani dengan baik oleh Ganjar.

“Tuh, gimana tuh Semarang. Karena saya bilang, mengko yen wis enek rob [nanti kalau sudah ada banjir rob] nangis,” kata Mega.

Kelima, pada September 2021 lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sempat mengumumkan PDIP akan memberi sanksi disiplin kepada kader mereka yang menyebutkan atau disebut akan menjadi capres atau cawapres di Pilpres 2024.

“Dalam hal ada anggota PDI Perjuangan yang menyebutkan terlebih dahulu calon presiden dan calon wakil presiden, termasuk melalui relawan, sebelum keputusan resmi partai, maka partai akan memberi sanksi disiplin,” ucap Hasto.

Institut Studi Ekonomi Bisnis Politik dan Kebijakan Publik (SEPADAnit) memprediksi kader PDIP terpecah tiga kelompok di Pilpres 2024.

“Mereka terbagi dalam kelompok secara hierarki, psikologis, serta hierarki dan psikologis,” ujar Sekjen SEPADAN Institut, Riswan di Cirebon, (25/10).

Menurutnya, dari lima catatan SEPADAN Institut cukup jelas hubungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan para pengurus PDIP terasa alot dan mencekam. Teranyar, pemanggilan Ganjar ke Kantor DPP PDI Perjuangan, yang tertuang dalam surat bernomor 4545/IN/DPP/X/2022 tertanggal 21 Oktober 2022 perihal untuk klarifikasi.

Baca Juga:Kisah Cinta Bujang Genjong-Rara Gonjeng, Naskah Kuno Tasawuf CerbonKetika Prabhu Surawisesa Dikudeta 16 Ratu dan Raja

“Adanya sinyal kader PDI Perjuangan terpecah tiga kelompok di Pilpres 2024 tersebut. Langkah Ganjar Pranowo tidak mudah mendapatkan rekomendasi dari Megawati Soekarnoputri,” pungkasnya. (*)

0 Komentar