Ridwan Kamil Beberkan Upaya Tingkatkan Daya Saing Usaha di Jawa Barat

gubernur jabar ridwan kamil melihat pameran industri kecil menengah 221025195301 299
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melihat pameran industri kecil menengah (IKM). | Foto: Istimewa
0 Komentar

Emil menilai, pasar generasi Z atau milenial dan luar negeri adalah prospek pasar yang menjanjikan bagi pelaku industri perkulitan di Garut.

Menurutnya, satuan pelayanan mesin penyamakan di sentra perkulitan Sukaregang Garut sangat membantu sekali IKM. Hal ini terbukti dengan jumlah data layanan yang tercatat pada tahun 2021.

Satuan pelayanan penyamakan kulit Garut, kata dia, melakukan pelayanan sebanyak 1.136 kali layanan mesin untuk para IKM. Sedangkan pada 2022 ini sampai September sudah tercatat sebanyak 827 pelayanan.

Baca Juga:Pidato Perdamaian Waketum MUI di Roma, Pegiat Cirebon: Peran Ulama Menjaga Kesiapan Ketertiban DuniaPegiat Cirebon: Drainase dan Tata Kota Cirebon Tidak Perhatikan Lingkungan Hidup, Banjir Jadi Masalah Rutin Kota Ini.

Untuk menggaet pasar yang lebih luas ini, kata Emil, para pelaku usaha harus mulai menggunakan teknologi informasi sebagai alat pemasaran. Industri kerajinan kulit di Kabupaten Garut memiliki potensi bisnis yang besar. Tapi sayangnya, selama ini industri itu justru tak banyak berkembang.

“Pengrajin kulit di Sukaregang masih kurang memahami bagaimana memasarkan produk secara digital. Mayoritas pelaku usaha masih menjual produknya secara konvensional. Dia juga meminta pengusaha memanfaatkan bahan dari limbah tumbuhan untuk membuat sebagian produknya,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, untuk pemulihan ekonomi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Jawa Barat, salah satunya di Sukaregang, Garut. “Kenali pasarnya, maksimalkan teknologi informasi agar menjangkau pasar yang lebih luas lagi,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Iendra Sofyan mengatakan, secara umum Unit Pelaksana Teknis Daerah Industri Pangan, Olahan dan Kemasan (IPOK) memiliki fasilitas pembinaan, pelayanan permesinan serta sewa tanah atau bangunan untuk para pelaku usaha agar dapat beroperasi dan lebih berkembang lagi.

“Dalam prosesnya kita prioritaskan pada IKM binaan yang ada di Jawa Barat. Sehingga para pengusaha kecil yang awalnya masih menggunakan kemasan tradisional bisa lebih memiliki daya saing di pasar bebas,” kata Iendra. (*)

0 Komentar