Ridwan Kamil Beberkan Upaya Tingkatkan Daya Saing Usaha di Jawa Barat

gubernur jabar ridwan kamil melihat pameran industri kecil menengah 221025195301 299
Gubernur Jabar Ridwan Kamil melihat pameran industri kecil menengah (IKM). | Foto: Istimewa
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, terutama yang masih berskala kecil. Apalagi, revolusi industri 4.0 dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi robotik, teknologi informasi, dan teknologi komunikasi. Serta, ditunjang oleh kemajuan ekonomi digital menjadi momentum yang tepat untuk mencapai hal tersebut.

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat ini, semakin marak bisnis dan transaksi perdagangan yang menjadikan internet sebagai media komunikasi, kolaborasi, dan kooperasi antar pelaku. Hal inipun, harus disadari pemerintah, tak terkecuali Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Ridwan Kamil mengatakan, OPD tersebut perlu mengambil peran dalam melakukan berbagai fasilitasi kebijakan, mengakselerasi, dan menjalankan pelayanan dengan prima untuk menghadirkan ekosistem baru industri dan perdagangan yang mampu bersaing di era digital.

Baca Juga:Pidato Perdamaian Waketum MUI di Roma, Pegiat Cirebon: Peran Ulama Menjaga Kesiapan Ketertiban DuniaPegiat Cirebon: Drainase dan Tata Kota Cirebon Tidak Perhatikan Lingkungan Hidup, Banjir Jadi Masalah Rutin Kota Ini.

“Untuk itu, dalam melaksanakan tugas dan peran-perannya diperlukan sistem perencanaan yang baik,” ujar Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil, di Bandung, Selasa (25/10/2022).

Emil memastikan, dalam mendukung Industri Juara di Jawa Barat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat memberikan layanan dan fasilitasi kepada IKM Jawa Barat melalui UPTD Industri yang dimiliki, yaitu UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan serta UPTD Industri Logam. UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan mempunyai Satuan Pelayanan berdasarkan komiditi yang tersebar di beberapa wilayah di Jawa Barat.

Satuan Pelayanan tersebut yaitu satuan Pelayanan Pengembangan Industri Kemasan, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Kerajinan Tasikmalaya, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkayuan Sumedang, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan Garut, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Persepatuan Bandung, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Pertekstilan Bandung, dan Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Rotan Cirebon.

Sedangkan UPTD Industri Logam memiliki 3 (tiga) satuan pelayanan untuk menjangkau IKM di daerah yang memiliki potensi pengembangan IKM yang bergerak di perlogaman. Satuan Pelayanan tersebut yaitu satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Bandung, Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Sukabumi dan Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Logam Bogor

“Kami terus mendorong pelaku usaha salah satunya industri kulit di Garut,” katanya.

0 Komentar