Ibu Brigadir J Lipatkan Kain Ulos Hitam di Kepala, Apa Maknanya?

87f97a11f6cf3dbdf177e6ab1625e9f4
Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat (kiri) memberi kesaksian dan ibu Brigadir J Rosti Simanjuntak lipatkan ulos di kepalanya (kanan) menangis saat jalani sidang terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa, 1 November 2022.-Screenshot YouTube/medcom id-
0 Komentar

Hari ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 12 saksi. Selain orang tua Yosua, kuasa hukum keluarga Kamaruddin Simanjuntak dan kekasih Yosua, Vera Simanjuntak juga hadir. 12 saksi ini juga yang dihadirkan selama persidangan terdakwa Richard Eliezer.

Sebelum sidang dimulai, kusa hukum keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan ia membawa sandal terakhir yang dipakai Yosua saat dieksekusi.

Kamaruddin mengatakan sandal itu diduga dicuci oleh Putri Candrawathi atau asisten rumah tangganya dikirim ke Sungai Bahar. Kamaruddin menduga alas kaki sandal inilah yang dipakai Yosua saat dieksekusi.

Baca Juga:Bukan Cerita Mitologi di Film Eragon, Mitos Ular Naga Penunggu Sanggabuana Terbukti AdaKaryawati Buang Mayat Bayi di Toilet Pabrik Majalengka Ditangkap Polisi

“Inilah yang diduga dipakai almarhum pada saat pembantaian. Ini darahnya,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan sandal ini akan diserahkan ke majelis hakim dan Jaksa Penuntut Umum. Ia menuturkan sandal ini terekam dalam CCTV pada pukul 15.49 WIB. Dalam waktu yang sama ia juga memakai sepatu.

“Jadi pada pukul 15.49 WIB dia pakai sepatu, dia juga pakai sandal ini. Kami tanya sepatunya di mana, sandalnya di mana. Sepatunya dikirim ke Sungai Bahar. Yang masih berdarah sandal ini,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin menunjukkan sandal yang dibungkus plastik bening dengan noda darah pada sol bawah. Ia mengatakan tidak membawa sepatu Yosua karena sudah bersih dari darah ketika dikirim. (*)

0 Komentar