Ibu Brigadir J Lipatkan Kain Ulos Hitam di Kepala, Apa Maknanya?

87f97a11f6cf3dbdf177e6ab1625e9f4
Ayah Brigadir J Samuel Hutabarat (kiri) memberi kesaksian dan ibu Brigadir J Rosti Simanjuntak lipatkan ulos di kepalanya (kanan) menangis saat jalani sidang terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel, Selasa, 1 November 2022.-Screenshot YouTube/medcom id-
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Ferdy Sambo untuk pertama kali berhadapan langsung dengan orang tua Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini.

Pandangan Ferdy Sambo mengarah sesekali ke orang tua Nofriansyah Yosua Hutabarat. Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak seperti enggan menoleh ke arah terdakwa sebelah kanan sejak duduk di hadapan majelis hakim sebagai saksi.

Rosti, memakai atasan putih dan celana panjang hitam, juga melipatkan kain ulos hitam merah putih di kepala. Suaminya, Samuel, memakai kemeja putih dan celana panjang hitam. Keduanya membawa dokumen dalam map.

Baca Juga:Bukan Cerita Mitologi di Film Eragon, Mitos Ular Naga Penunggu Sanggabuana Terbukti AdaKaryawati Buang Mayat Bayi di Toilet Pabrik Majalengka Ditangkap Polisi

Untuk diketahui, ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan, sesuai dengan pepatah Batak yang berbunyi: “Ijuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong”, yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama.

Secara harafiah, ulos berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan udara dingin. Menurut kepercayaan leluhur suku Batak ada tiga sumber yang memberi panas kepada manusia, yaitu matahari, api dan ulos. Dari ketiga sumber kehangatan tersebut ulos dianggap paling nyaman dan akrab dengan kehidupan sehari-hari.

Dahulu nenek moyang suku Batak adalah manusia-manusia gunung, demikian sebutan yang disematkan sejarah pada mereka. Hal ini disebabkan kebiasaan mereka tinggal dan berladang di kawasan pegunungan. Dengan mendiami dataran tinggi berarti mereka harus siap berperang melawan dinginnya cuaca yang menusuk tulang. Dari sinilah sejarah ulos bermula.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.15 WIB para saksi masuk ke ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pasukan Brimob bersenjata Steyr AUG laras panjang berjaga. Sigap. Berdiri di jalan kecil samping taman dekat taman.

Keduabelas saksi disumpah, berdiri. Ferdy Sambo, hari ini tampil berkemeja hitam. Dari arah kanan posisi kursi saksi dia melirik dengan tatapan kosong. Sesekali ia memakai kacamata baca, menulis sesuatu pada sebuah kertas dalam map. Kembali, ayah dan ibu Yosua tidak menoleh ke kanan atau ke arah Ferdy Sambo dan para penasihat hukumnya..

0 Komentar