CARUBAN NAGARI-Kekurangan gizi pada ibu hamil akan berdampak terhadap pertumbuhan janin yang dikandung dan perkembangan intelektual anak pada anak yang kekurangan gizi pada usia balita akan tumbuh pendek dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan otak yang berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan, Karena tumbuh kembang otak terjadi saat dalam kandungan sampai usia 2 tahun.
Dalam mengatasi masalah tersebut Pemerintah Desa Sindangjawa bersama Dinkes Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Sosialisasi Pendampingan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Kuwu Singdangjawa, H.E Kasturi mengungkapkan kegiatan ini bertujuan supaya ibu hamil ada yang mengawasi tentang pola makan, minum obat atau vitamin secara teratur dan kontrol ke tenaga kesehatan serta terpantau agar ibu hamil dapat melahirkan dengan selamat dan bayi yang terlahir juga sehat dan selamat.
Baca Juga:Dinkes Kabupaten Cirebon Pecat Tidak Hormat 2 Nakes Honorer Pelaku Asusila di PuskesmasPolresta Cirebon Usul 20 Lokasi Pemasangan Kamera E-TLE ke Korlantas Polri
“Kalau tidak dilakukan pengawasan yang efektif oleh orang terdekat dalam ini kader, maka akan mengalami keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayi,” ungkapnya.
Menurut Kasturi, perlu dicapai melalui dukungan dari lintas program dan lintas sektor dengan melibatkan seluruh stakeholder dan mitra terkait baik di lingkungan pemerintah, sehingga kegiatan monitoring ibu hamil KEK sangat dibutuhkan di Desa Sindangjawa.
“Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar agar anak tumbuh dan berkembang dengan optimal. Untuk itu sebelum jadi ibu dan bapak, mulai dari calon pengantin sampai setelah menikah harus betul-betul siap dan memahami tentang pola asuh anak melalui bimbingan perkawinan, kelas catin, kelas ibu hamil dan lain-lain supaya mendapatkan informasi tentang kesehatan anak,” katanya.
Kasturi menambahkan perlu adanya kepedulian pada semua pihak untuk memberikan motivasi pada calon ibu, supaya kehamilan betul-betul disiapkan baik fisik, psikis serta jaminan pelayanan kesehatan sehingga pada saat hamil sudah siap dan selalu melakukan pemeriksaan kehamilannya pada tenaga kesehatan.
“Ibu hamil pola makannya harus memenuhi gizi seimbang yaitu ada sayur, ikan, nasi dan buah, tidak perlu mahal bisa didapat di sekitar rumah, harus kreatif, keluarga harus menempatkan ibu hamil sebagai orang yang sangat membutuhkan perhatian terutama di pola makan sehingga tidak anemia atau kurang gizi kronis dan siap jadi seorang ibu. Kalau melahirkan di tenaga kesehatan, bayinya diberi ASI, ditimbang tiap bulan, pola maka anak esuai jadwal dan umurnya,” pungkasnya. (*)
