Tidak seperti masjid-masjid yang didirikan Wali Songo pada umumnya yang mempunyai bentuk atap tajug (berbentuk piramid) bersusun dengan jumlah ganjil, Masjid Agung Sang Cipta Rasa mempunyai bentuk atap limasan dan di atasnya tidak dipasang mahkota masjid. Sehingga masjid dini lebih tampak feminin dibandingkan dengan Masjid Agung Demak yang lebih berkesan maskulin.
Di antara penanda bahwa masjid ini warisan dari era para wali adalah satu tiang penyangga atap di dalam masjid yang konon dibuat oleh Sunan Kali Jaga dari tatal (serpihan kayu), yang disatukan dan dibuat tiang. Konstruksi tiang ini sama dengan di Masjid Agung Demak.
Masjid Agung Sang Cipta Rasa merupakan satu di antara situs terpenting dalam rangkaian wisata ziarah Sunan Gunung Jati. Masjid ini selalu ramai dikunjungi ribuan peziarah setiap hari, terutama pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Biasanya orang datang untuk berzikir dan tirakat malam di sini. Para peziarah percaya akan mendapatkan berkah dan kemudahan dalam hidup jika melaksanakan ibadah dan tirakatan di masjid wali ini. (Nurhidayat)
