CARUBAN NAGARIKompetisi Moot Court Peradilan Militer Piala Bergilir MA RI dan Piala tetap KASAD telah dibuka secara resmi oleh Ketua Sekolah Tinggi Hukum Militer Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma, S.H,. M.Kn., di Lapangan STHM, Kamis (3/11/2022). Kompetisi yang digagas oleh Ketua STHM ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dimana hal ini sesuai dengan fungsi utama STHM yaitu pendidikan dan pengajaran.
“Kompetisi Moot Court Peradilan Militer ini merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar mengenal pratek beracara pada proses peradilan, lebih tepat nya pada hukum acara ataupun hukum formilnya, serta sebagai sarana silahturahmi ,ahasiswa perguruan tinggi Fakultas Hukum se-Indonesia”, ujarnya.
Menurut Ateng, kompetisi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada seluruh mahasiswa fakultas hukum tentang Peradilan Militer dan menjadikan mahasiswa sebagai cerminan terhadap optimalisasi penegakan hukum pada peradilan nyata.
Baca Juga:Latihan Dasar Mahasiswa Institut Madani Nusantara, Legislator Gerindra Tekankan Wawasan Kebangsaan Bagi MahasiswaPemakaian Uang Dinilai Tidak Transparan, Sultan Sepuh Aloeda II Imbau Tutup Tiket Loket Masuk Kraton Kasepuhan
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon menjadi salah satu peserta delegasi dari 32 Universitas se-Indonesia dalam pelaksanaan Kompetisi Moot Court Peradilan Militer Piala Bergilir Ketua Mahkamah Agung RI dan Piala Tetap Kepala Staf Angkatan Darat Tahun 2022 pada tanggal 3 – 6 November 2022.
Kegiatan yang mengusung Tema “Kompetisi Sidang Peradilan Militer Kepada Fakultas Hukum Perguruan Tinggi se-Indonesia” ini berlangsung tim fakultas hukum melakukan simulasi sidang sebagaimana proses peradilan pada umumnya dengan proses pembuatan berkas sesuai dengan kasus posisi yang telah disediakan oleh panitia penyelenggara.
Dalam kompetisi ini terdapat mahasiswa yang berperan/memerankan perannya masing-masing, ada yang menjadi hakim, ouditur, penasihat hukum, terdakwa, provost, juru saksi, dan lain sebagainya.
Rektor UNU Cirebon, Agus Sugiarto melalui Dosen Pendamping Dr. Ratu Suningrat menuturkan, bahwa mahasiswa UNU Cirebon sebagai petarung sejati saat mengikuti kompetisi tersebut.
“Artinya, walaupun kita tahu lawan kita berat, walaupun kita sadar dengan keterbatasan waktu dalam latihan, namun tidak gentar,” ucapnya, Minggu (6/11/22).
Dikatakan dia, kompetisi ini menjadikan pengalaman dan motivasi yang luar biasa bagi mahasiswa atas kemampuan yang dimilikinya.
“Perkara menang atau kalah itu hal biasa dalam hal perlombaan. Tapi pengalaman jauh lebih diatas segalanya,” lugas Agus.
