Sulit Dipahami, Ada Lautan Susu di Laut Selatan Jawa

fenomena lautan susu di perairan 20221110042258
Fenomena lautan susu atau milky sea di perairan selatan Jawa pada 2 Agustus 2019. (Steven Miller/Cooperative Institute for Research in the Atmosphere at CSU)
0 Komentar

Ember air yang diambil dari laut bercahaya berisi banyak titik cahaya yang stabil, bukan cahaya berkedip atau berkilau seperti bentuk bioluminesensi laut yang lebih umum terjadi dan teramati. Seperti yang dijelaskan secara singkat dalam makalah studi ini, ini menjelaskan beberapa hipotesis tentang penyebab fenomena lautan susu tersebut.

Beberapa hipotesis menyarakan femonena lautan susu sebagai bagian “permukaan licin” dari bioluminesensi. Namun pengamatan dari kapal Ganesha menunjukkan bahwa fenomena tersebut terjadi pada volume yang jauh lebih dalam. Ini memberikan informasi dan pertimbangan lagi bagi para peneliti yang mempelajari fenomena tersebut.

Dengan deskripsi awak Ganesha tentang pertemuan mereka, bersama dengan catatan pelacakan dan tanggal yang dilaporkan GPS, Miller dapat mencocokkan gambar satelit dari sensor Day-Night Band (DNB) pada satelit SNPP dan NOAA-20 NOAA.

Baca Juga:Malam Jumat Horor, Temuan 4 Jenazah di Dalam RumahHasil Investigasi KNKT Simpulkan Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, Manajemen Udara Kacau

Setelah mengumpulkan data satelit, Miller menemukan bahwa jalur Ganesha mencegat bagian selatan laut bercahaya tersebut. Meskipun jauh dari wilayah paling terang dari lautan susu ini, Ganesha masih berlayar melalui wilayah lautan yang cahayanya itu mudah dideteksi dari 500 mil di atas di luar angkasa.

Mengukur jumlah cahaya yang terlihat oleh instrumen baik untuk jalur Ganesha yang sebenarnya maupun transek hipotetis melalui area paling terang dari lautan susu memberikan angka yang diperlukan untuk mulai memahami bagaimana tampilan cahaya ini berkembang. Selain itu, mengetahui bagaimana lautan susu itu muncul di permukaan memberi peneliti lebih banyak konteks tentang apa yang mereka lihat dari luar angkasa.

Yang juga penting, dengan konfirmasi saksi mata di tangan, kepercayaan pada pengukuran berbasis luar angkasa ini meroket, kata Miller. Data-data ini menjadi sumber daya yang layak untuk membantu ekspedisi masa depan dalam memandu kapal penelitian menargetkan dan mempelajari lautan susu secara rinci.

Peluang untuk mempelajari misteri ilmiah yang belum terpecahkan sangatlah langka dalam sains modern, itulah sebabnya pengamatan yang belum pernah terlihat ini sangat menarik, kata Miller. Memahami apa yang dilihat satelit, dan apa yang sebenarnya terjadi di permukaan (atau dalam hal ini, lautan) memerlukan pengamatan yang, sering kali, tidak dapat dilakukan oleh para ilmuwan.

0 Komentar