Narasi perang kosmik yang diterima secara terus menerus bisa menciptakan proses normalisasi dan pemakluman atas kekerasan. Kekejaman yang mengerikan, menurut filsuf Hannah Arendt yang terkenal dengan gagasannya mengenai “the banality of evil”, tidaklah dilakukan oleh orang-orang gila dan maniak, tapi justru oleh orang-orang normal yang telah mengalami proses pembiasaan dengan kekerasan, yang membuat mereka tidak lagi melihat sisi “manusia” dalam orang-orang yang dibunuhnya.
Diketahui istilah Apokaliptik bermula dari Apokalips, yaitu sebuah kata yang berasal dari kata dalam bahasa Yunani “apokalyptein” yang berarti mengungkapkan atau membukakan dalam artian sesuatu yang dirahasiakan atau disembunyikan yang kini telah diungkapkan.
Kemudian, kata ini diserap dalam bahasa Inggris menjadi Apocalypse/Apokalips yang artinya kehancuran akhir dunia yang lengkap, seperti yang dijelaskan dalam kitab Wahyu Alkitab.
Baca Juga:Truk Tangki Bermuatan BBM Terguling di Jalur Cirebon-Kuningan, Bahan Bakar Minyak Tumpah ke JalananJika Ikan Ini Muncul di Permukaan, Awal Mula Pertanda Bencana
Secara istilah, Apokalips adalah sebuah peristiwa yang melibatkan kehancuran atau kerusakan pada skala yang mengagumkan atau bencana.
Adapun pengertian Apokaliptik menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
- Menurut Britannica, Apokaliptik adalah sesuatu yang berkaitan dengan/atau melibatkan kekerasan dan perusakan yang mengerikan.
- Menurut Longman, Apokaliptik adalah sifat dari sesuatu yang memperingatkan orang-orang tentang peristiwa mengerikan yang pasti terjadi di masa yang akan datang yang berkaitan dengan kehancuran terakhir dan akhir dunia, atau dengan kehancuran besar apa pun.
Menariknya, istilah Apokaliptik biasanya dikaitkan juga dengan sastra, yang mengacu pada jenis karya sastra dan disebut sastra apokaliptis. Justru istilah ini awalnya nemang dikenal sebagai sebuah sastra, bukan sebuah keyakinan.
Sastra Apokaliptis adalah genre tulisan kenabian yang berkembang dalam budaya Yahudi pasca-Pembuangan dan populer di kalangan orang Kristen mulai abad ke-2 awal. Sebagai sebuah genre, sastra Apokaliptis merinci visi penulis tentang akhir zaman seperti yang diungkapkan oleh seorang malaikat atau utusan surgawi lainnya.
Dari sejumlah penjelasan tersebut, baik pengertian secara umum maupun yang terkait dengan sastra, dapat dipahami bahwa apokaliptik adalah sifat dari sesuatu yang terkait dengan peringatan atau gambaran tentang kehancuran besar di akhir zaman.
