Kisah Jaka Tarub, Cerita Babad Tanah Jawi Versi V.L. Althof di Leiden

Babad Tanah Jawi versi W.L. Olthof
Babad Tanah Jawi versi W.L. Olthof
0 Komentar

Ki Jaka mendekati. Nawang Wulan ditanya bila mau diperistri akan diberikan pakaiannya. Karena bingung hatinya, Dewi Nawang Wulan terpaksa bersedia memenuhi permintaannya. Pakaian pun segera diberikan. Nawang Wulan dibawa pulang dan diperistri, menjadi kegembiraan bagi Nyai Randa di Tarub.

Kemudian Nyi Janda Tarub meninggal. Anak angkatnya kemudian disebut Kyai Ageng dari Tarub. Sudah punya putri, seorang sangat cantik diberi nama Rara Nawangsih.

Pada suatu hari, Dewi Nawang Wulan mau mencuci popok ke sungai. Suaminya diminta menjaga dandang, tempat untuk menanak nasi, serta dipesan dengan sungguh-sungguh jangan sekali-kali membuka tutup dandangnya.

Baca Juga:Kisah Jaka Tarub, Cerita Cikal Bakal Desa Penganjang IndramayuPerang Jawa Saksi Pertempuran Pangeran Diponegoro Terjaga di Wilayah Borobudur

Setelah Dewi Nawang Wulan ke sungai, Kyai Ageng menunggu nasi, sambil menjaga anaknya. Batin Kyai Ageng, istrinya itu hanya diberi persediaan padi satu lumbung, tapi sudah cukup lama padinya tidak berkurang. Kyai Ageng tidak bisa menduga sebabnya.

Terdorong rasa ingin tahu yang besar, seberapa yang ditanak, tutup dandang itu dibuka. Di kukusan itu hanyalah sebutir padi. Tutup lalu dikembalikan lagi. Setelah datang, istrinya mengangkat tutup. Padi sebutir masih seperti sama tatkala dimasukkan, sangat menjadikan sang Dewi. Ia menduga kalau tutup telah dibuka oleh Kyai Ageng. Suaminya itu akan ditinggal pulang ke kayangan, tetapi sang Dewi sudah hilang kesaktiannya, tidak dapat kembali ke kawidadaren.

Sejak terbukanya rahasia memasak nasi itu, terpaksa Nawang Wulan setiap pagi harus menumbuk padi. Lama-kelamaan padi dalam satu lumbung padi itu habis.Sehabisnya padi itu, pakaian Dewi Nawang Wulan yang bernama Ananta Kusuma, yang dulu diambil oleh Ki Jaka Tarub waktu ada di pinggir sendang ketemu tertimbun padi, membuat marahnya sang Dewi. Pakaian lalu diambil terus dipakai sang Dewi yang pulih kembali kesaktiannya seperti sedia kala.

Ia mengatakan kepada suaminya, apabila anaknya menangis supaya dibawa naik di panggung, di bawahnya supaya dibakari jerami ketan hitam. Sang Dewi akan turun menyusui anaknya. Setelah berpesan demikian diambilnyalah jerami ketan hitan, dibakar, dan sang Dewi membumbung mengikuti asapnya, menjadikan sedih hati Kyai Ageng Tarub.

0 Komentar