Misteri Gunung Api Karyamukti Fenomena Mengejutkan Situs Megalitikum Gunung Padang

Gunung Padang
Gunung Padang
0 Komentar

Situs Gunung Padang adalah Gunung Api Karyamukti

Sebuah studi oleh Sutikno Bronto dari Pusat Survei Geologi dan Billy S. Langi, alumnus Teknik Geologi Universitas Trisakti, pada 2015 menjelaskan komposisi geologi Gunung Padang. Tim Riset Mandiri yang dibentuk pada masa pemerintahan SBY meyakini Gunung Padang sebagai bangunan piramida yang dibangun bertahap sejak ribuan tahun lalu. Namun, banyak ahli berpendapat bahwa situs ini merupakan punden berundak untuk ritual masa lalu.

Studi ini tidak membahas aspek arkeologis, melainkan fokus pada data geologi untuk menyelesaikan misteri situs tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa Gunung Padang dan sekitarnya merupakan Gunung Api Purba Karyamukti, yang sisa hasil kegiatannya membentuk satuan breksi gunung api, batuan ubahan argilik-kuarsa-pirit, silisifikasi-urat kuarsa-limonitik, serta intrusi kubah lava andesit basal Gunung Padang.

Struktur geologi ini menunjukkan bahwa Gunung Padang lebih tua dari era Pliosen (5 hingga 2 juta tahun lalu). Lava Gunung Padang membentuk kubah lava dengan kekar kolom, yang merupakan hasil pendinginan batuan beku secara alami. Penemuan ini menambah wawasan mengenai asal usul geologis Gunung Padang dan relevansinya terhadap penelitian arkeologis. Keajaiban Arkeologis dan Keindahan AlamSebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara, Gunung Padang memiliki bentuk punden berundak yang unik, mencerminkan tradisi megalitik yang kaya. Struktur bangunannya sebagian besar terbuat dari batu andesit basaltis berwarna abu-abu gelap, menciptakan kesan megah yang mengagumkan bagi setiap pengunjung.

Baca Juga:Ini Alasan Mencari Nama Asep hingga Eneng Sulit Ditemukan di Tatar SundaPLTM Bungbulang Garut Jebol, Diduga Karena Pergerakan Tanah

Pada 2018, tim ilmuwan Indonesia mengklaim bahwa usia lapisan batu di Situs Gunung Padang semakin ke bawah semakin tua. Lapisan batu pertama diperkirakan berusia 3.500 tahun, lapisan kedua 8.000 tahun, dan lapisan ketiga berkisar antara 9.500 hingga 28.000 tahun.

Hal ini menjadikan situs Gunung Padang sebagai bangunan “mirip” piramida tertua di dunia, bahkan lebih tua dari Piramida Agung Giza di Mesir yang berusia sekitar 4.500 tahun. Ketika Kawan menginjakkan kaki di situs ini, seakan-akan Kawan dibawa kembali ke masa lalu, menyelami kisah pra-sejarah yang kaya.

Keberadaan situs ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga mendorong kita untuk lebih menghargai warisan budaya bangsa Indonesia. Selain keunikan arkeologinya, keindahan alam sekitar Gunung Padang juga patut untuk dinikmati. Dikelilingi hutan hijau yang rimbun dan udara segar, situs ini menawarkan suasana tenang yang ideal untuk berlibur bersama keluarga atau teman-teman.

0 Komentar