Masyarakat Adat Nusantara Memaknai 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Masyarakat di Borobudur khidmat mengikuti Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi di Halaman Omah Mbudur
Masyarakat di Borobudur khidmat mengikuti Upacara Peringatan Detik Detik Proklamasi di Halaman Omah Mbudur
0 Komentar

Turut hadir pula sejumlah tokoh Pengurus Matra, Paguyuban Diponegaran, perwakilan pedalangan, olahraga taekwondo, Bimas Budha Kemenag RI dan unsur lainnya.

Dikatakan Nuryanto, upacara dengn busana adat nusantara ini menjadi wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah berjuang demi kemerdekaan RI. Dengan kehadiran berbagai elemen di upacara ini mencerminkan kebersamaan dalam upaya melestarikan adat budaya leluhur yakni sandang pangan dan papan.

“Itu salah satu bentuk ketahanan pangan dalam menjalankan tradisi budaya warisan leluhur,” jelas Nuryanto, pemilik Galeri Seni dan Restoran Omah Mbudur ini.

Baca Juga:Mengapa Logo Perkumpulan Rahasia Itu Ada di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati?Kisah Jaka Tarub, Cerita Babad Tanah Jawi Versi V.L. Althof di Leiden

Keberagaman budaya semakin terasa ketika usai upacara mereka bernyanyi, membaca sajak dan bergembira bersama dalam balutan busana khas daerah.

Salah satu keturunan Pangeran Diponegoro di wilayah Borobudur, Gus Farid Diponegaran mengungkapkan rasa bangga dengan mengikuti upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke 80 RI bernuansa adat nusantara di Omah Mbudur.

Menurutnya, selain rasa bangga, upacara ini juga menjadi momen mengenang jasa para leluhur yang telah berjuang mengorbankan jiwa raga dalam melawan penjajah.

“Dari perlawanan pendahulu termasuk Eyang Diponegoro termasuk pejuang lain dengan darah dan nyawa di bumi nusantara, sehingga terwujud Indonesia Merdeka,” pungkasnya.

0 Komentar