“Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kota Cirebon. Mari kita jadikan Cirebon sebagai kota yang cerdas, berbudaya, dan melek informasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dispusip Kota Cirebon, Gunawan, menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 bertujuan menumbuhkan budaya baca, meningkatkan kreativitas masyarakat, serta memperkuat ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia berharap festival ini tidak hanya menjadi acara seremonial, namun benar-benar menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan inspirasi bagi masyarakat.
Baca Juga:Festival Literasi Cirebon Bakal Digelar, Jawab Tantangan Minat Budaya Baca Kota CirebonBanjir di Aceh dan Tapanuli Pernah Terjadi di Tahun 1953
Festival Literasi 2025 yang berlangsung dari 8 hingga 12 Desember 2025 dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wali Kota. Selama kegiatan, berbagai acara digelar, mulai dari gelar wicara, lomba membaca nyaring bunda literasi, parade band, bedah naskah kuno, diskusi buku, donor darah, sharing dengan psikolog, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, pameran buku, cek kesehatan gratis, senam bersama, hingga talkshow.
Festival ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pegiat literasi sekaligus penulis Maman Suherman, psikolog anak dan remaja Kak Iyoes, penulis dan pegiat literasi Dini Lestari, psikolog pendidikan Citra Sabrina, serta pendongeng Nur Amalia Farhana.**
