Mengungkap Sungai Kriyan, Sosok Buaya Putih

f21d1736 02be 46a2 b708 cbaa3a988df4 large16x9 ZOO7AMZOO frame 893
0 Komentar

Diketahui, anak dari Sultan Syamsudin yang dikutuk menjadi buaya putih bernama Elang Angka Wijaya. Dia dikutuk karena semasa di dunia tidak pernah patuh terhadap perintah ayahnya.

“Elang Angka Wijaya memiliki kebiasaan kalau makan sambil tiduran tengkurap. Sultan selalu menasihati agar tidak seperti itu tapi kerap diabaikan. Hingga akhirnya sultan berucap anaknya kalau makan tengkurap seperti buaya. Ucapan orang dulu kan manjur,” ujar dia.

Kendati demikian, di Indonesia hewan seperti buaya putih banyak yang menganggapnya sebagai jelmaan siluman. Bahkan konon binatang ini kerap kali muncul secara misterius di sungai. Dan memiliki mitos berbeda-beda di tiap daerah di Indonesia.

Baca Juga:Iluminasi dalam Naskah CirebonApa Kabar Sunda Wiwitan?

Buaya putih, termasuk keluarga Alligatoridae, hidup di Tenggara Amerika Serikat. Nama ilmiah mereka adalah Mississippie Alligator.

Buaya Putih ini pertama kali ditemukan oleh Perusahaan Eksplorasi Louisiana pada tahun 1987 dan dibawa di bawah perawatan dan perlindungan di kebun binatang Louisiana.

Mereka 18 spesies dan semua adalah laki-laki.

Seperti semua buaya, mereka juga hidup di rawa-rawa air tawar, rawa, sungai, danau dan badan air kecil.

Dari sebuah penangkaran bernama Wild Florida, yang beralamatkan di Kenansville, Florida, Amerika Serikat.

Para ilmuwan sekaligus ahli hewan di Wild Florida diketahui memelihara dua alligator albino bernama Snowflake (betina, 25 tahun) dan Blizzard (jantan, 14 tahun).

Pada awal Juni 2019, peneliti memperhatikan terdapat sesuatu yang janggal dengan perilaku Snowflake.Ia tampak membangun sarang dan bertindak agresif melindungi sarangnya.

Setelah mengalihkan perhatian Snowflake, peneliti menemukan 19 telur di dalam sarang.

“Induk buaya termasuk salah satu dari beberapa induk hewan terbaik di dunia, tetapi sayangnya Snowflake buta karena albinisme-nya,” kata Dan Munns, pemilik Wild Florida.

https://youtu.be/VO2vLdVZFww

Baca Juga:Galuh Timur, Desa Jawa Bermerek SundaSiapa Nenek Moyang Lereng Timur Gunung Ciremai?

Dikutip dari IFLScience, alligator albino adalah hewan langka sehingga butuh perhatian dan perlakuan khusus dalam merawatnya.

Peneliti memilih memindahkan belasan telur alligator albino karena mereka bisa dimakan oleh semut atau rakun.

Telur alligator biasanya menetas dalam 60 hari dalam inkubasi sehingga kita bisa melihat alligator albino baru pada akhir Juli atau Agustus 2019.

0 Komentar