Mencari Jejak Kerajaan Sunda Kuno

Prasasti Huludayeuh
Situs Huludayeuh berada di Kampung Huludayeuh, Desa Bobos, Kecamatan Sumber, Cirebon
0 Komentar

Adapun di Kawali, Ciamis terdapat kompleks makam kuno yang disebut Makam Astana Gede. Selain makam kuno, ditemukan juga serakan batu polos, pipih, panjang, bata kuno, dan lima prasasti. Dari bentuk huruf dan bahasanya, prasasti itu diperkirakan berasal dari abad ke-14 M. Bahkan disebut pula nama seorang Raja Sunda, Raja Niskala Wastukancana.

Di puncak Gunung Tampomas, Sumedang, ada juga tinggalan yang serupa dengan hasil kebudayaan megalitik. Namun, di bagian teratas dari punden, kabarnya pernah ditemukan dua arca Ganesha yang kini sudah hilang. Dengan adanya arca itu tentunya tinggalan di Tampomas memungkinkan terkait masa sejarah. Apalagi ciri-ciri pundennya, yang berpagar di teras teratas, mirip dengan yang ada di Karangkamulyan.

“Tinggalan arkeologis di Pananjung (Batu Kalde), di Bukit Sagarahyang, di puncak Tampomas, dan lainnya lagi termasuk pula sisa-sisa kabuyutan,” ujar Agus.

Baca Juga:Tidak Ada Nama Raja Sunda Bernama Prabu Siliwangi?Pangeran Sutajaya Punya Banyak Nama?

Warisan Sunda Kuno sangat berbeda dengan peradaban Jawa Kuno yang relatif lebih terlihat. Kajian peradaban Jawa Kuno, kata Agus, pemahamannya dapat lebih luas juga mendalam berkat banyaknya sumber arkeologis dan sumber tertulis yang memadai.

“Kajian tentang Sunda Kuno bertumpu pada data yang terbatas juga sumber folklore yang kadang-kadang dapat membantuk juga untuk memecahkan permasalahan,” jelas Agus. (*)

0 Komentar